BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Calon Wakil Walikota (Cawawalkot) Erwin ke Paguyuban Pasundan, meminta restu Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof. Dr.H.M. Didi Turmudzi M.Si, untuk kelancaran dirinya menjadi calon Wakil Wali Kota Bandung, Senin (23/9/2024) sore.
Kedatangan Erwin ke Paguyuban Pasundan diterima langsung oleh Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, berserta beberapa anggota Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, di Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera 41, Bandung.

“Alhamdulillah, karena saya alumni Pasundan, selayaknya kalau kita ingin mendapat barokah, makanya saya meminta doa kepada Ketua Paguyuban Pasundan, mudah-mudahan wasilah saya kesini bisa mempelancar jalan saya menjadi Wakil Wali Kota Bandung dan Pak Farham Wali Kota Bandung,”ujarnya.
Pada kesempatan itu ia juga, sempat membiarakan beberapa program bersama Paguyuban Pasundan untuk kemajuan kota Bandung.
“Karena siapa yang berhikmat kepada sesepuh, maka akan mendapat barokah dan rezki yang tidak disangka-sangka. Mudahan-mudahanan Allah SWT memberikan kewenangan kepada kita,” jelas alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Pasundan, Prof. Dr.H.M Didi Turmudzi M.Si menyebutkan jika Paguyuban Pasundan akan menjalin silaturahmi dengan tokoh politik manapun.
“Paguyuban Pasundan itu adalah organisasi yang heterogeny, tidak hanya satu tapi bisa siapa saja. Jadi kita bisa menjalin silaturahmi dengan siapa saja,” tuturnya.
Visi Misi Walkot
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung menggelar debat perdana pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota atau Pilwalkot Bandung 2024 di Sudirman Grand Ballroom, Rabu malam (30/10/2024).
Debat yang berlangsung kondusif ini diikuti empat pasangan calon (paslon) dengan tema “Tantangan Masa Depan Kota Bandung: Mengintegrasikan Inovasi Tata Kelola Pemerintahan, Keberlanjutan Lingkungan, serta Tata Ruang yang Efisien.”
Namun, keempat paslon menyayangkan waktu yang terbatas, yang membuat penyampaian visi misi dan program belum maksimal.
Pada kesempatan ini, masing-masing paslon diberikan waktu hanya dua menit untuk memaparkan visi dan misi mereka.
Pasangan nomor urut satu, Dandan-Arif, mengusung visi menjadikan Bandung sebagai kota jasa yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Pasangan nomor urut dua, Haru-Dani, menyampaikan visi untuk mewujudkan Bandung yang bersih, lancar, serta mengedepankan kemajuan UMKM.
Mereka menyoroti pentingnya infrastruktur melalui program PIPPK agar pembangunan merata hingga tingkat RW.
Sementara itu, pasangan nomor urut tiga, Farhan-Erwin, menyatakan komitmen untuk selalu hadir dalam setiap hajat rakyat, mengusung istilah “UHA” atau “Unggal Hajat Aya”.
Mereka juga memperkenalkan program utama dengan akronim “UTAMA” yang berarti Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis.
Terakhir, pasangan nomor urut empat, Arfi-Yena, menargetkan perubahan tata ruang dengan tujuan menjadikan Bandung yang padat sebagai rumah yang nyaman bagi warganya.
Keempat paslon juga menjawab berbagai pertanyaan dari panelis dan mendapat kesempatan saling mengajukan pertanyaan.
Ketua KPU Kota Bandung, Khoirul Anam, menyatakan bahwa debat berjalan lancar sesuai tema yang diusung.
Ia berharap gagasan dan visi misi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan masyarakat.
“Kami harap semua paslon dapat menyampaikan gagasan dan visi misinya secara jelas,” ujar Khoirul Anam.
Meski berjalan kondusif, para paslon menyayangkan waktu yang terlalu singkat untuk menyampaikan program-program mereka secara utuh.
Rencananya, debat kedua Pilwalkot Bandung 2024 akan digelar pada 19 November mendatang. (tie/rif)












