CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Sumpah Pemuda dan Kebangkitan Pemuda Sunda

Hanna Hanifah
28 Oktober 2024
sumpah pemuda

ilustrasi. (foto: freepik)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Dosen Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan Dpk FH UNPAS, Firdaus Arifin. (foto: pasjabar)

Oleh: Firdaus Arifin, Dosen YPT Pasundan Dpk FH Unpas (Sumpah Pemuda)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pada 28 Oktober 1928, sebuah deklarasi bersejarah lahir dari para pemuda nusantara: Sumpah Pemuda. Kala itu, para pemuda dari berbagai latar belakang budaya, bahasa, dan daerah bersatu untuk meneguhkan cita-cita kebangsaan. Deklarasi ini bukan sekadar suara lantang persatuan, tetapi juga representasi harapan bagi masa depan bangsa Indonesia yang merdeka. Sumpah Pemuda menjadi momentum kebangkitan kesadaran nasional, dan di dalamnya, pemuda Sunda turut memainkan peran dalam memperkokoh kebangsaan.

Sebagai bagian dari komunitas budaya yang kaya, pemuda Sunda memiliki warisan nilai-nilai luhur yang turut membentuk wajah Indonesia. Nilai gotong royong, tenggang rasa, serta bahasa yang halus dan penuh sopan santun, merupakan sebagian dari kekayaan yang diwarisi oleh pemuda Sunda. Semua nilai ini membentuk identitas yang kuat, sekaligus menjadi tantangan bagi generasi muda Sunda untuk menjaga dan melestarikannya dalam dunia yang terus berubah. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang semakin deras, bagaimana pemuda Sunda hari ini dapat menghidupkan kembali semangat Sumpah Pemuda?

Tantangan Zaman

Kebangkitan pemuda Sunda di era modern ini tidak hanya berarti kembali ke nilai-nilai lama, tetapi lebih pada bagaimana mereka memadukan nilai-nilai tersebut dengan perubahan zaman. Generasi muda Sunda harus bisa menjadi penjaga tradisi sekaligus inovator. Mereka dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, globalisasi, dan modernisasi tanpa kehilangan jati diri mereka sebagai bagian dari budaya Sunda.

Hari ini, kita melihat banyak pemuda Sunda yang memanfaatkan teknologi untuk menjaga budaya. Misalnya, dengan digitalisasi naskah-naskah kuno Sunda, pelestarian seni tradisional lewat media sosial, atau membuat konten edukatif mengenai budaya Sunda dalam format yang lebih modern. Pemuda Sunda menggunakan platform-platform ini bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi untuk menunjukkan kepada dunia bahwa budaya Sunda memiliki tempat di tengah kemajuan zaman. Melalui cara ini, mereka tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkenalkannya kepada generasi yang lebih muda, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Baca juga:   FH UNPAS Konsen Pendidikan Hukum Kaum Marginal

Tetapi di balik itu semua, mempertahankan jati diri Sunda di tengah arus budaya asing tetaplah bukan perkara mudah. Dunia digital telah membuka ruang tanpa batas, di mana budaya asing dapat dengan mudah mengaburkan identitas lokal. Dalam kondisi ini, pemuda Sunda harus mampu menghadapi tantangan dengan kebijakan yang berakar pada budaya mereka, tetapi tetap berpikiran terbuka. Inilah esensi kebangkitan pemuda Sunda: bukan hanya untuk mempertahankan, tetapi juga untuk menyesuaikan budaya dengan perubahan zaman.

Nilai Dasar Sunda

Dalam masyarakat Sunda, gotong royong dan welas asih merupakan nilai dasar yang selalu dipegang teguh. Semangat kebersamaan dan empati ini menjadi landasan yang kokoh untuk membangun solidaritas sosial. Nilai-nilai ini bisa menjadi solusi bagi banyak tantangan sosial di era modern yang semakin individualistis. Pemuda Sunda diharapkan bisa menghidupkan kembali semangat ini dengan cara-cara yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Kita melihat semakin banyak komunitas pemuda Sunda yang mendirikan organisasi sosial dan kegiatan amal untuk membantu masyarakat sekitar. Misalnya, ada gerakan untuk membantu warga di desa-desa terpencil, kegiatan bakti sosial, hingga komunitas literasi untuk anak-anak yang kurang mampu. Mereka menghidupkan nilai gotong royong dalam bentuk yang lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dengan semangat welas asih, mereka mampu membangun solidaritas antar masyarakat, bukan hanya antar pemuda Sunda, tetapi juga dengan komunitas lain di Indonesia.

Baca juga:   Rektor Unpas Ucapkan Belasungkawa untuk Tjetje Hidayat Padmadinata

Gotong royong dan welas asih juga bisa diterapkan dalam dunia pendidikan dan teknologi. Pemuda Sunda di dunia pendidikan, misalnya, bisa berbagi ilmu dan keahlian mereka dengan cara mengajar atau memberikan pelatihan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan begitu, kebangkitan pemuda Sunda tidak hanya terbatas pada budaya, tetapi juga merambah ke bidang-bidang lain yang bermanfaat untuk masyarakat luas.

Kebangkitan Baru

Sumpah Pemuda bukanlah sekadar peristiwa historis, melainkan panggilan bagi generasi muda untuk terus memelihara keutuhan dan kekayaan bangsa. Deklarasi ini merupakan simbol kebangkitan pemuda dari berbagai daerah yang menanggalkan perbedaan demi persatuan. Semangat ini sangat relevan bagi pemuda Sunda hari ini yang harus bisa menjaga keutuhan identitas mereka tanpa terjebak dalam ego kedaerahan. Dalam semangat kebangkitan, pemuda Sunda tidak hanya diharapkan sebagai penjaga budaya lokal, tetapi juga sebagai inovator yang dapat membawa nilai-nilai lokal tersebut ke dalam konteks global.

Pemuda Sunda dapat menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisi bisa berjalan beriringan dengan inovasi modern. Mereka bisa menjadi teladan bagi pemuda-pemuda lain di Indonesia, bahwa identitas budaya bukanlah beban yang harus dipikul, melainkan sumber kekuatan. Tradisi Sunda memiliki banyak pelajaran yang relevan dengan kehidupan modern, mulai dari etika sosial hingga nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Sunda.

Peran Pemuda Sunda

Dalam upaya memaknai Sumpah Pemuda, pemuda Sunda harus menyadari perannya dalam membentuk masa depan bangsa. Kebangkitan pemuda Sunda bukanlah sekadar romantisme akan masa lalu, melainkan sebuah tekad untuk membawa perubahan yang berakar pada nilai-nilai budaya. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, pemuda Sunda harus mampu berpikir secara nasional, tanpa melupakan akar budaya mereka. Dalam dunia yang semakin terhubung, identitas lokal bisa menjadi modal yang berharga.

Baca juga:   RAMADAN SEHAT : Penting Lho! Penuhi Asupan Gizi Saat Berpuasa

Dengan demikian, kebangkitan pemuda Sunda bukanlah hanya soal melestarikan bahasa atau tradisi, tetapi juga soal bagaimana mereka bisa berkontribusi secara nyata bagi kemajuan bangsa. Pemuda Sunda diharapkan bisa menjadi agen perubahan yang mampu memadukan nilai-nilai budaya dengan inovasi modern. Mereka bisa berperan dalam berbagai bidang, baik itu di dunia pendidikan, sosial, maupun teknologi, dengan tetap berpegang pada identitas budaya Sunda.

Hari ini, ketika kita memperingati Sumpah Pemuda, mari kita merenungkan kembali peran pemuda Sunda dalam membangun kebangkitan yang berlandaskan pada kearifan lokal. Kebangkitan ini bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mewujudkan perubahan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pemuda Sunda, dengan segala kekayaan tradisi yang mereka miliki, memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang tetap berakar pada budaya namun berpikiran maju.

Kebangkitan pemuda Sunda adalah komitmen untuk terus melanjutkan perjuangan dengan semangat yang sama namun dalam wujud yang berbeda. Mereka diharapkan bisa menghidupkan kembali nilai-nilai Sumpah Pemuda, menjadi penjaga persatuan, dan mewujudkan cita-cita luhur bangsa. Dengan penuh kesadaran, mari kita lanjutkan estafet kebangkitan ini, bahwa pemuda Sunda bukan sekadar pewaris budaya, tetapi juga penggerak perubahan yang membawa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat dan berbudaya. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: sumpah pemudaunpas


Related Posts

Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

14 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Didi Tasidi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Penipuan Investasi

14 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Anthon Fathanudien Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Hak Cipta Batik

14 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

UTBK SNBT 2026
HEADLINE

Pengunduhan Kartu SBMPTN 2026 Ditutup, Terlewat Unduh? Ini Risikonya

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pengunduhan kartu peserta UTBK-SNBT 2026 (yang sebelumnya dikenal sebagai SBMPTN) resmi ditutup. Ribuan peserta...

stres

Dokter Ungkap Tips Efektif Atasi Stres dan Kecemasan

15 April 2026
wisuda unjani

Wisuda Unjani 2026: 1.810 Lulusan, Sistem Hybrid Jadi Andalan

15 April 2026
penataan gedung sate

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

15 April 2026
TJSL

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

15 April 2026

Highlights

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.