# 100 hari kerja Bupati Bandung
KAB. BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Mengawali tahun 2025 dengan semangat baru, Bupati Bandung Dadang Supriatna meluncurkan 10 inisiatif strategis dalam rangka program 100 hari kerja,
yang kali ini difokuskan pada penguatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Bertempat di Gedung Mohamad Toha, Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Jumat (9/5/2025), acara ini
menjadi momentum penting bagi masa depan Kabupaten Bandung dalam menghadapi tantangan krisis lingkungan.
Bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD),
serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya, Kang DS — sapaan akrab Bupati Dadang — secara resmi meresmikan 10 program unggulan yang menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan daerah.
Inisiatif Lingkungan yang Komprehensif
Peluncuran ini mencakup langkah-langkah konkret yang mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah.
Dimulai dari pemberlakuan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, hingga Instruksi Bupati Nomor 5 Tahun 2025 yang mendorong pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di wilayah Kabupaten Bandung.
Selain itu, program Bedas Quick Response juga diperkenalkan sebagai sistem pengaduan cepat terhadap pencemaran lingkungan, sekaligus peluncuran Best Practice Kampung Bedas, yang memamerkan hasil nyata dari program unggulan strategis di tingkat masyarakat.
Inovasi lainnya yang turut diluncurkan termasuk proyek pengolahan limbah industri rumah tangga, seperti IPAL Tahu, yang mengubah limbah tahu menjadi energi terbarukan.
Pemerintah juga memberikan perhatian pada masyarakat hukum adat melalui program perlindungan khusus, serta melibatkan mereka dalam pengendalian perubahan iklim dan konservasi lewat pelatihan 62 kader edukasi lingkungan.
Penghargaan Proper Emas dan Properkab diberikan kepada pelaku usaha yang berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.
Tak hanya itu, Pemkab Bandung juga menjalin kerja sama dengan PT. Perusahaan Industri Ceres dan Perhutani Adm Bandung Selatan untuk memperkuat kolaborasi antar-lembaga dalam menjaga kelestarian alam.
Capaian Nyata: Lingkungan Membaik, Kesadaran Meningkat
Bupati Dadang menegaskan bahwa seluruh inisiatif ini bukan sekadar simbolis, melainkan wujud keseriusan Pemkab Bandung dalam menjawab tantangan lingkungan.
Dalam tiga tahun terakhir, upaya bersama pemerintah dan masyarakat telah membuahkan hasil signifikan. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Bandung meningkat dari 54,78 pada 2021 menjadi 59,87 pada 2024.
Peningkatan kualitas air dari 32 ke 42,67, kualitas udara dari 78,9 menjadi 81,3, serta kualitas lahan dari 49,35 ke 49,77 menunjukkan tren positif, meski tantangan ke depan masih cukup besar.
“Perlu kita akui dengan jujur, saat ini kondisi lingkungan hidup sedang menghadapi banyak tantangan yang tidak bisa kita abaikan. Namun kita juga punya potensi besar untuk menjadi sumber solusi,” ujar Kang DS dengan penuh semangat.
Menuju Standar Nasional dan Aksi Kolektif
Mulai 2025, target IKLH akan ditentukan oleh Pemerintah Pusat, yang artinya Pemkab Bandung harus meningkatkan kinerja secara signifikan untuk memenuhi standar nasional.
Oleh sebab itu, tema “Strategi Penguatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup” dipilih bukan sebagai slogan semata, tetapi sebagai arah kebijakan yang menyeluruh dan aplikatif.
“Praktik-praktik baik yang terbukti berhasil akan kita replikasi. Edukasi, pemberdayaan masyarakat hukum adat, serta penghargaan bagi tokoh dan lembaga yang aktif menjaga lingkungan akan terus kita dorong,” tegasnya.
Dengan diluncurkannya Perda Lingkungan terbaru, pemerintah berharap semua elemen masyarakat, mulai dari pelajar, pelaku usaha, hingga komunitas lokal dapat bersinergi dalam menjaga bumi pertiwi.
Dalam pidatonya, Bupati menekankan bahwa membangun lingkungan yang sehat sejatinya adalah membangun peradaban yang berkelanjutan.
“Kalau kita bicara soal lingkungan, sesungguhnya kita sedang bicara tentang masa depan. Dan masa depan itu, ada di tangan kita semua,” pungkasnya. (*)
# 100 hari kerja Bupati Bandung












