www.pasjabar.com — Legenda Arsenal, Thierry Henry, memberikan pujian setinggi langit kepada rekrutan anyar The Gunners, Viktor Gyokeres. Namun, ia juga menitipkan pesan penting: para suporter diminta bersabar dengan proses adaptasi sang striker.
Arsenal merekrut Viktor Gyokeres dari Sporting CP dengan harga tinggi dan ekspektasi besar. Striker asal Swedia itu bahkan berani mengenakan nomor punggung 14, yang ikonik karena pernah dipakai Henry. Gyokeres berpotensi melakoni debut Premier League saat Arsenal menghadapi Manchester United akhir pekan ini.
Penyerang Nomor 9 Sejati
Henry menilai Gyokeres sebagai tipe penyerang nomor 9 murni yang sudah lama hilang dari skuad Arsenal. Ia menyoroti insting sang striker di kotak penalti.
“Instingnya dalam membaca umpan silang, sundulan, hingga sentuhan terakhirnya luar biasa. Dia bukan tipe penyerang seperti Firmino yang turun menjemput bola. Dia ingin berada di kotak penalti, di antara tiang gawang, dan menunggu servis dari rekan-rekannya,” ujar Henry dikutip dari Sportbible.
Kombinasi Sempurna dengan Arsenal
Menurut Henry, gaya main Gyokeres cocok dengan filosofi Arsenal yang selalu menciptakan banyak peluang. “Anda punya seorang ‘pembunuh’ di kotak penalti, dan Anda punya tim yang menciptakan banyak sekali peluang. Seharusnya ini kombinasi sempurna,” tambahnya.
Namun, Henry mengingatkan bahwa adaptasi tidak selalu instan. “Kadang itu tidak langsung menyatu,” tegasnya.
Pesan Penting: Tolong Bersabar!
Meski optimistis, Henry memberi peringatan kepada fans Arsenal agar tidak menuntut Gyokeres tampil sempurna sejak awal.
“Yang mengesalkan saat ini adalah orang-orang tidak lagi sabar. Mereka ingin pemain langsung tampil bagus, langsung mencetak gol, langsung membuat kami menang. Itu tidak sering terjadi,” ujar sang legenda.
Tidak Bisa Sendirian
Henry menegaskan bahwa Gyokeres tidak akan mampu membawa Arsenal juara seorang diri. Dukungan tim tetap jadi faktor utama. “Kita pernah melihat pemain dengan catatan gol gila, tapi mereka tidak memenangkan apa pun,” jelasnya.
Mentalitas yang Teruji
Optimisme Henry bertambah karena mentalitas Gyokeres sudah ditempa kegagalan sebelumnya. Striker 26 tahun itu pernah gagal di Brighton dan sempat dipinjamkan ke Coventry, sebelum bersinar di Sporting CP.
“Dia sudah tahu rasanya berjuang dan bangkit kembali. Itu membuatnya lebih kuat. Saya suka ketika pemain menunjukkan kualitasnya lewat aksi di lapangan, bukan sekadar kata-kata,” pungkas Henry.












