CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Ketua YPDM Pasundan Tekankan Nilai Ke Islaman dan Filosofi Kesundaan dalam Pendidikan Pasundan

Yatti Chahyati
24 November 2025
YPDM Pasundan

Ketua YPDM Pasundan, Prof. Dr. H. Dadang Mulyana menegaskan, seluruh sekolah Pasundan harus terus “dicelup” dalam nilai-nilai ke-Islaman dan Ke-Sundaan. (foto: pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM —  Ketua Yayasan Pendidikan Dasar Menengah atau YPDM Pasundan, Prof. Dr. H. Dadang Mulyana menegaskan, bahwa seluruh sekolah Pasundan harus terus “dicelup” dalam nilai-nilai ke-Islaman dan Ke-Sundaan.

Hal tersebut diungkapkannya usai kegiatan YPDM Pasundan bertajuk Penguatan Karakter Nyunda dan Islami di Lingkungan Sekolah Pasundan, di Aula Paguyuban Pasundan Lantai 5, Jalan Sumatera 41 Bandung, Senin (24/11/2025).

Ia mengatakan, jika nilai Ke-Islaman dan Ke-Sundaan sebagai identitas utama lembaga pendidikan Pasundan.

Lulusan Pasundan Harus Berbeda

Menurut Prof. Dadang, sekolah Pasundan harus mampu melahirkan lulusan yang berbeda dengan sekolah lain, tidak hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada karakter, moral, dan filosofi hidup.

Ia menegaskan bahwa pendidikan guru—khususnya guru Bahasa Sunda, Agama, dan PPKn—tidak boleh berhenti pada penguasaan teori.

Guru harus menjadi teladan dalam nilai moral, mentalitas kuat, kejujuran, dan semangat pantang menyerah, yang kemudian ditransfer kepada siswa.

Baca juga:   Jasmine Siswi SMA Pasundan 3 Bandung yang Multitalenta

“Filosofi hidup Sunda bukan sekadar teori. Ada nilai pantang menyerah, keberanian, mental kuat, dan kejujuran yang harus ditanamkan hingga menjadi kebiasaan siswa,” ujarnya.

Filosofis Aseupan dan Galengan

Dalam paparannya, Prof. Dadang menekankan dua filosofi penting dalam budaya Sunda:

  1. Aseupan

Menggambarkan proses kehidupan yang tidak hanya mempelajari teori, tetapi memahami makna yang dapat dipetik dari setiap proses. Nilai-nilai hidup, moral, dan ketekunan harus menjadi inti pendidikan.

  1. Galengan

Filosofi galengan mengajarkan tentang kehidupan yang seimbang. Seimbang antara dunia dan akhirat, antara aktivitas dan istirahat, antara kebutuhan jasmani dan rohani.

“Keseimbangan adalah hal penting dalam kehidupan, termasuk dalam pendidikan,” katanya.

Kearifan Sunda sebagai Dasar Kurikulum

Guru Bahasa Sunda turut mengangkat kembali contoh-contoh kearifan lama seperti istilah kacai jadi saleuwi, Ka leuweung jadi salebak, bukan hanya sebagai ungkapan, tetapi sebagai simbol kedalaman makna hidup dan kebersamaan.

Selain itu, konsep manajemen diri juga ditekankan agar generasi muda mampu mengatur hidup dengan baik, menanamkan nilai-nilai moral, serta memiliki kemampuan mengelola kehidupan secara bijak.

Baca juga:   Apple Siapkan Rilis Mac, iPad, dan iPhone Baru di 2026

Pendidikan Berbasis Pembiasaan

Prof. Dadang menegaskan, pendidikan yang ideal bukan hanya teori besar, tetapi harus melalui pembiasaan sejak dini.

Contohnya, tradisi menabung. Orang tua sering hanya menyuruh, tetapi tidak menjelaskan nilai filosofinya.

“Padahal, yang terpenting adalah membentuk kebiasaan kedisiplinan, bukan sekadar jumlah tabungan. Anak-anak harus dibiasakan sejak kecil. Begitu juga guru. Nilai-nilai itu harus disampaikan dan diterapkan,” tegasnya.

Fokus dalam Bekerja: Paribasa Sunda sebagai Panduan

Ia mencontohkan beberapa paribasa Sunda yang harus menjadi pedoman guru:

“Tungkul ka jukut, tanggah ka sadapan. Bekerja harus fokus, tidak mudah terganggu oleh keadaan sekitar. Moro julang ngalepaskeun peusing. Jangan mengejar sesuatu yang tidak pasti.” paparnya

Dua paribasa ini, menurutnya, harus menjadi karakter kerja tenaga pendidik Pasundan.

Pendidikan Kehidupan yang Mulai Hilang

Prof. Dadang menyoroti bahwa pendidikan modern saat ini mulai kehilangan esensinya. Banyak yang terukur, namun justru menghasilkan pola pikir konsumtif dan pemborosan.

Baca juga:   Akhir Sebuah Era: Andy Robertson Resmi Tinggalkan Liverpool di Akhir Musim 2025/2026

Padahal kegagalan dalam kemampuan ekonomi anak-anak sering bermula dari kurangnya pendidikan nilai dan pembiasaan sejak dini—yang sebenarnya sudah tercantum dalam materi pembelajaran salah satunya dalam Bahasa Sunda

Evaluasi Implementasi

Ia juga menegaskan bahwa kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bertanggung jawab melakukan evaluasi terhadap implementasi nilai-nilai tersebut.

Mereka diminta untuk memastikan bahwa filosofi kesundaan, nilai moral, dan pembiasaan yang diajarkan benar-benar diterapkan di lapangan serta diperbaiki jika ditemukan kekurangan.

Pendidikan menjadi media strategis untuk menyambungkan kembali filosofi hidup, nilai-nilai kesundaan, dan moralitas agar tertanam kuat pada generasi muda.

”Kami di YPDM Pasundan, nantinya akan melakukan evaluasi melalui Wakasek Bidang Kurikulum di sekolah, apakah sudah mengiplementasikannya atau tidak. Serta apakah ada yang harus dievaluasi atau tidak,” paparnya. (tie)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: budaya sundaFilosofi KesundaanKetua YPDM PasundanNilai Ke Islamansekolah pasundanYPDM PAsundan


Related Posts

shalat gaib tokoh Iran Khomeini
HEADLINE

Sekolah dan Kampus Pasundan Laksanakan Shalat Gaib Serentak untuk Khomeini dan Tri Sutrisno

6 Maret 2026
Someah Hade ka Semah. (generate by DreaminaAI)
HEADLINE

Bukan Sekadar Senyum! Inilah Rahasia Filosofi Soméah Hadé ka Sémah yang Membuat Siapa Pun Merasa Jatuh Cinta Saat Menginjakkan Kaki di Pasundan!

29 Januari 2026
Jaka, Mang Dadang dan Mang Ade. (generate by dreaminaAI)
HEADLINE

Kekuatan Sauyunan (Bagian 2): Rahasia Naskah Lontar Sanghyang Siksa Kandang Karesian

28 Januari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.