CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 16 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Ketua YPDM Pasundan Tekankan Nilai Ke Islaman dan Filosofi Kesundaan dalam Pendidikan Pasundan

Yatti Chahyati
24 November 2025
YPDM Pasundan

Ketua YPDM Pasundan, Prof. Dr. H. Dadang Mulyana menegaskan, seluruh sekolah Pasundan harus terus “dicelup” dalam nilai-nilai ke-Islaman dan Ke-Sundaan. (foto: pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM —  Ketua Yayasan Pendidikan Dasar Menengah atau YPDM Pasundan, Prof. Dr. H. Dadang Mulyana menegaskan, bahwa seluruh sekolah Pasundan harus terus “dicelup” dalam nilai-nilai ke-Islaman dan Ke-Sundaan.

Hal tersebut diungkapkannya usai kegiatan YPDM Pasundan bertajuk Penguatan Karakter Nyunda dan Islami di Lingkungan Sekolah Pasundan, di Aula Paguyuban Pasundan Lantai 5, Jalan Sumatera 41 Bandung, Senin (24/11/2025).

Ia mengatakan, jika nilai Ke-Islaman dan Ke-Sundaan sebagai identitas utama lembaga pendidikan Pasundan.

Lulusan Pasundan Harus Berbeda

Menurut Prof. Dadang, sekolah Pasundan harus mampu melahirkan lulusan yang berbeda dengan sekolah lain, tidak hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada karakter, moral, dan filosofi hidup.

Ia menegaskan bahwa pendidikan guru—khususnya guru Bahasa Sunda, Agama, dan PPKn—tidak boleh berhenti pada penguasaan teori.

Guru harus menjadi teladan dalam nilai moral, mentalitas kuat, kejujuran, dan semangat pantang menyerah, yang kemudian ditransfer kepada siswa.

Baca juga:   YPDM Pasundan Gelar FGD Evaluasi PPDB Sekolah Pasundan Tahun Pelajaran 2023-2024

“Filosofi hidup Sunda bukan sekadar teori. Ada nilai pantang menyerah, keberanian, mental kuat, dan kejujuran yang harus ditanamkan hingga menjadi kebiasaan siswa,” ujarnya.

Filosofis Aseupan dan Galengan

Dalam paparannya, Prof. Dadang menekankan dua filosofi penting dalam budaya Sunda:

  1. Aseupan

Menggambarkan proses kehidupan yang tidak hanya mempelajari teori, tetapi memahami makna yang dapat dipetik dari setiap proses. Nilai-nilai hidup, moral, dan ketekunan harus menjadi inti pendidikan.

  1. Galengan

Filosofi galengan mengajarkan tentang kehidupan yang seimbang. Seimbang antara dunia dan akhirat, antara aktivitas dan istirahat, antara kebutuhan jasmani dan rohani.

“Keseimbangan adalah hal penting dalam kehidupan, termasuk dalam pendidikan,” katanya.

Kearifan Sunda sebagai Dasar Kurikulum

Guru Bahasa Sunda turut mengangkat kembali contoh-contoh kearifan lama seperti istilah kacai jadi saleuwi, Ka leuweung jadi salebak, bukan hanya sebagai ungkapan, tetapi sebagai simbol kedalaman makna hidup dan kebersamaan.

Selain itu, konsep manajemen diri juga ditekankan agar generasi muda mampu mengatur hidup dengan baik, menanamkan nilai-nilai moral, serta memiliki kemampuan mengelola kehidupan secara bijak.

Baca juga:   Kontribusi Pendidikan Organisasi Paguyuban Pasundan

Pendidikan Berbasis Pembiasaan

Prof. Dadang menegaskan, pendidikan yang ideal bukan hanya teori besar, tetapi harus melalui pembiasaan sejak dini.

Contohnya, tradisi menabung. Orang tua sering hanya menyuruh, tetapi tidak menjelaskan nilai filosofinya.

“Padahal, yang terpenting adalah membentuk kebiasaan kedisiplinan, bukan sekadar jumlah tabungan. Anak-anak harus dibiasakan sejak kecil. Begitu juga guru. Nilai-nilai itu harus disampaikan dan diterapkan,” tegasnya.

Fokus dalam Bekerja: Paribasa Sunda sebagai Panduan

Ia mencontohkan beberapa paribasa Sunda yang harus menjadi pedoman guru:

“Tungkul ka jukut, tanggah ka sadapan. Bekerja harus fokus, tidak mudah terganggu oleh keadaan sekitar. Moro julang ngalepaskeun peusing. Jangan mengejar sesuatu yang tidak pasti.” paparnya

Dua paribasa ini, menurutnya, harus menjadi karakter kerja tenaga pendidik Pasundan.

Pendidikan Kehidupan yang Mulai Hilang

Prof. Dadang menyoroti bahwa pendidikan modern saat ini mulai kehilangan esensinya. Banyak yang terukur, namun justru menghasilkan pola pikir konsumtif dan pemborosan.

Baca juga:   Ternyata Kepsek Swasta Banyak Tak Miliki Sertifikat Diklat

Padahal kegagalan dalam kemampuan ekonomi anak-anak sering bermula dari kurangnya pendidikan nilai dan pembiasaan sejak dini—yang sebenarnya sudah tercantum dalam materi pembelajaran salah satunya dalam Bahasa Sunda

Evaluasi Implementasi

Ia juga menegaskan bahwa kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bertanggung jawab melakukan evaluasi terhadap implementasi nilai-nilai tersebut.

Mereka diminta untuk memastikan bahwa filosofi kesundaan, nilai moral, dan pembiasaan yang diajarkan benar-benar diterapkan di lapangan serta diperbaiki jika ditemukan kekurangan.

Pendidikan menjadi media strategis untuk menyambungkan kembali filosofi hidup, nilai-nilai kesundaan, dan moralitas agar tertanam kuat pada generasi muda.

”Kami di YPDM Pasundan, nantinya akan melakukan evaluasi melalui Wakasek Bidang Kurikulum di sekolah, apakah sudah mengiplementasikannya atau tidak. Serta apakah ada yang harus dievaluasi atau tidak,” paparnya. (tie)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: budaya sundaFilosofi KesundaanKetua YPDM PasundanNilai Ke Islamansekolah pasundanYPDM PAsundan


Related Posts

Pelantikan YPT dan YPDM Pasundan
HEADLINE

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Lantik Pengurus YPDM dan YPT Pasundan Periode 2025–2030

6 Januari 2026
YPDM Pasundan
HEADLINE

YPDM Pasundan Perkuat Karakter Nyunda dan Islami di Sekolah

24 November 2025
Kejati Jawa Barat ke Paguyuban Pasundan
HEADLINE

Kepala Kejati Jawa Barat Silaturahmi ke PB Paguyuban Pasundan

18 November 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Kiper timnas
HEADLINE

Bojan Hodak Angkat Bicara: Menakar Realita di Balik Rumor Maarten Paes dan Joey Pelupessy ke Persib

16 Januari 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Menjelang babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2), tensi di luar lapangan...

Adam Przybek. (Foto: Official Persib)

Setengah Musim Kelam Adam Przybek: Antara Ekspektasi Besar dan Realita di Bawah Bayang-Bayang Teja Paku Alam

15 Januari 2026
Mohamed Salah mejan di semifinal Piala Afrika 2025. (Foto: Ulrik Pedersen/NurPhoto via Getty Images)

Mane Berpesta, Salah Merana: Senegal Menundukkan Mesir di Piala Afrika 2025 lewat Gol Roket Sadio Mane!

15 Januari 2026
Michael Carrick. (Foto: Getty Images/Aitor Alcalde)

Misi Mustahil Michael Carrick: Debut di Derby Manchester dan Ujian Pemuncak Klasemen Arsenal!

15 Januari 2026
Momen ribut-ribut Enzo Fernandez dan Martin Zubimendi usai Chelsea vs Arsenal di Piala Liga Inggris. (Foto: Catherine Ivill - AMA/Getty Images)

Tensi Panas Stamford Bridge: Enzo Fernandez Mencengkeram Leher Zubimendi Usai Chelsea Disikat Arsenal!

15 Januari 2026

Highlights

Misi Mustahil Michael Carrick: Debut di Derby Manchester dan Ujian Pemuncak Klasemen Arsenal!

Tensi Panas Stamford Bridge: Enzo Fernandez Mencengkeram Leher Zubimendi Usai Chelsea Disikat Arsenal!

Malam Kelam di Carlos Belmonte: Debut Alvaro Arbeloa Berujung Bencana, Madrid Tersingkir dari Copa del Rey!

Yassine Bounou Jadi Pahlawan! Maroko Bungkam Nigeria Lewat Adu Penalti dan Segel Tiket Final Piala Afrika 2025

Garnacho Menggila, Tapi Chelsea Tetap Tumbang di Stamford Bridge

Bandung Menggigil! Cuaca Dingin Picu Ancaman Flu dan ISPA

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.