BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Akses jalan penghubung dua desa di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, terputus akibat longsor setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kondisi di aksesjalan penghubung dua desa di Kecamatan Cililin ini membuat mobilitas warga terganggu dan memaksa mereka harus memutar melewati jalur lain yang jaraknya jauh lebih panjang.
Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak sore hari menyebabkan tebing di sisi jalan amblas dan menutup total jalur utama penghubung Desa Nanggerang dan Desa Mukapayung. Jalan yang terputus ini tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas warga praktis lumpuh.
Sejumlah warga bersama petugas kewilayahan bergotong-royong menyingkirkan material tanah longsor. Selain itu, petugas memasang penahan tanah dari bambu untuk mencegah terjadinya longsor susulan mengingat kondisi tanah yang masih labil.
Seorang warga, Mia, mengatakan bahwa akses jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur bagi anak-anak menuju sekolah.
“Dengan adanya longsor, harus memutar arah yang lebih jauh kurang lebih 10 kilometer,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail yang meninjau lokasi longsor mengatakan pemerintah telah melakukan langkah darurat dengan menginstruksikan BPBD untuk mengirim bantuan logistik.
Ia menyebutkan bahwa pihaknya juga membuat akses jalan darurat agar dapat dilalui kendaraan roda dua.
“Petugas gabungan bersama masyarakat membuat jalur agar mobilitas masyarakat tidak terganggu,” kata Jeje Ritchie Ismail.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi pada masa pancaroba.
Berdasarkan kajian BPBD, wilayah Bandung Barat termasuk daerah rawan longsor, banjir, dan angin kencang. Sehingga warga diminta selalu waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah. (uby)












