CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Duka di Pasirlangu: Pemakaman Massal 10 Jenazah Tak Teridentifikasi Korban Longsor Cisarua

Uby
27 Februari 2026
Sebanyak 10 jenazah korban longsor Cisarua, Bandung Barat, dimakamkan secara massal karena gagal teridentifikasi DNA. (Uby/pasjabar)

Sebanyak 10 jenazah korban longsor Cisarua, Bandung Barat, dimakamkan secara massal karena gagal teridentifikasi DNA. (Uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

CISARUA, WWW.PASJABAR.COM — Suasana haru menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Mati di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (27/2/2026) siang. Sebanyak 10 jenazah korban tragedi tanah longsor yang terjadi sebulan lalu akhirnya dimakamkan secara massal di Tempat Pemakaman Umum Tanah Mati.

Langkah ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus alasan kemanusiaan, mengingat proses identifikasi medis telah mencapai batas waktu maksimal namun belum membuahkan hasil.

Identifikasi DNA yang Terhambat Kendala Medis

Keputusan untuk melakukan pemakaman massal ini tidak diambil secara tergesa-gesa. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, menjelaskan bahwa kesepuluh jenazah tersebut telah melalui serangkaian prosedur identifikasi yang sangat ketat, termasuk uji sampel DNA.

Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, tim forensik belum menemukan kecocokan sampel antara jenazah dengan pihak keluarga yang melaporkan kehilangan anggota famili.

Status “tidak teridentifikasi” ini membuat jenazah tidak mungkin diserahkan kepada pihak mana pun secara spesifik.

Baca juga:   Humaira Zahrotun Noor: Pendidikan Jawa Barat 2025 Harus Lebih Adil untuk Semua!

Oleh karena itu, setelah koordinasi antara tim DVI (Disaster Victim Identification) Polri, Dinas Kesehatan, dan otoritas setempat, diputuskan agar para korban mendapatkan pemakaman yang layak secara bersama-sama.

Meski dilakukan secara massal, prosesi tetap dilakukan dengan mengikuti syariat dan tata cara yang semestinya.

Tanda Khusus pada Nisan untuk Harapan di Masa Depan

Meskipun identitas para korban saat ini masih menjadi misteri, pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi teknis.

Pada setiap nisan di lokasi pemakaman massal tersebut, petugas memberikan kode atau tanda khusus yang merujuk pada data rekam medis dan sampel DNA yang tersimpan di basis data forensik.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pencocokan jika di kemudian hari ditemukan fakta baru atau laporan dari pihak keluarga yang lebih akurat.

Tanda khusus ini menjadi jembatan bagi keluarga yang masih merasa kehilangan namun belum terdaftar dalam basis data DNA sebelumnya.

Baca juga:   Bocoran Samsung Galaxy S26 Series Jelang Unpacked 2026

Dengan adanya pemetaan liat lahat yang sistematis, pembongkaran makam (ekshumasi) secara terukur dapat dilakukan sewaktu-waktu jika identitas jenazah tersebut berhasil terkuak di masa depan melalui kemajuan teknologi atau temuan bukti fisik lainnya.

Gotong Royong Warga di Tengah Luka Mendalam

Prosesi pemakaman yang berlangsung pada Jumat siang tersebut dihadiri oleh ratusan warga setempat serta jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung Barat.

Masyarakat Desa Pasirlangu bahu-membahu secara gotong royong menyiapkan liang lahat dan mengantarkan para korban ke tempat peristirahatan terakhir.

Kehadiran warga merupakan bentuk solidaritas sosial terhadap sesama penduduk desa yang tertimpa musibah dahsyat.

Isak tangis warga pecah saat jenazah satu per satu dimasukkan ke dalam liang lahat.

Tragedi ini menyisakan trauma mendalam, namun proses pemakaman ini diharapkan dapat memberikan sedikit rasa lega bagi masyarakat sekitar agar wilayah terdampak dapat segera memulai fase pemulihan sosial dan psikologis.

Mengingat Tragedi Pasir Kuning 24 Januari

Tragedi longsor yang menimpa Kampung Pasir Kuning ini terjadi pada 24 Januari 2026 dan menjadi salah satu bencana alam paling mematikan di wilayah Cisarua.

Baca juga:   Misi Kemanusiaan: Pemprov Jabar Pulangkan 12 Korban TPPO dari Maumere

Berdasarkan data akhir dari posko penanganan bencana, total terdapat sekitar 80 jenazah yang berhasil dievakuasi dari timbunan tanah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 64 jenazah berhasil teridentifikasi oleh pihak keluarga dan langsung dipulangkan ke kediaman masing-masing.

Dengan dimakamkannya 10 jenazah hari ini, masih terdapat sisa korban yang statusnya dalam proses pendalaman lebih lanjut.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berkomitmen untuk terus mendampingi para penyintas dan keluarga korban, baik dari segi bantuan logistik maupun pemulihan infrastruktur di Desa Pasirlangu yang hingga kini masih dalam pengawasan ketat terkait potensi longsor susulan.

Statistik Penanganan Korban Longsor Cisarua

Status Jenazah Jumlah Keterangan
Teridentifikasi 64 Sudah dipulangkan ke keluarga
Dimakamkan Massal 10 Belum ada kecocokan DNA
Proses Penyelidikan 6 Masih dalam pendalaman tim medis
Total Jenazah Ditemukan 80 Data per 27 Februari 2026

(Uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: bandung baratbencana alamBencana alam Kabupaten Bandung Baratberita Bandung Barat hari iniberita dukaCisaruaIdentifikasi DNA Korban LongsorlongsorLongsor Desa Pasirlangu 2026Pemakaman Massal Korban Longsor Cisarua Bandung BaratPemprov JabarSekda KBB Ade Zakir


Related Posts

PSEL
HEADLINE

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

19 April 2026
penataan gedung sate
HEADLINE

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

15 April 2026
kawasan gedung sate
HEADLINE

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

15 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.