# susu ijan pungkur
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Bagi anak Bandung tahun 90 an, tempat yang satu ini menjadi salah satu tempat tongkrongan paling hits, jauh sebelum menjamurnya café-café.
Legendaris, kalimat itu pasti cocok disematkan untuk tempat kuliner yang satu ini.
Memang Bandung tidak pernah kehabisan cerita soal kuliner legendaris. Dan salah satu yang bertahan lintas generasi adalah Susu Murni Ijan yang berlokasi di Jalan Pungkur.
Sebuah kedai sederhana yang sudah hadir sejak tahun 1947. Tempat ini dikenal sebagai salah satu pusat minum susu segar tertua di Kota Bandung.
Pengunjung yang datang bukan hanya ingin menikmati segelas susu murni, tetapi juga suasana klasik yang dipertahankan sejak puluhan tahun lalu.
Nuansa tempo dulu, peralatan sederhana, serta menu yang tidak jauh berubah sejak awal berdirinya membuat Susu Ijan tetap menjadi tujuan favorit warga Bandung maupun wisatawan.
Dua Kedai Susu Legendaris Berdampingan
Di kawasan Pungkur, terdapat dua kedai susu yang berdampingan. Keduanya sama-sama menyuguhkan susu murni segar, namun memiliki ciri khas berbeda.
Susu Murni Ijan menggunakan pasokan susu dari Pangalengan, daerah yang dikenal sebagai sentra sapi perah berkualitas.
Kedai sebelahnya menggunakan susu dari Lembang, wilayah penghasil susu premium di Bandung utara.
“Dua-duanya sama enaknya. Tinggal selera saja mau yang mana, atau bisa coba dua-duanya,” ujar salah satu pengunjung yang rutin datang sejak masih SD.
Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari susu panas, susu dingin, hingga berbagai varian rasa seperti cokelat, stroberi, moka, dan jahe.
Banyak pengunjung juga menikmati kudapan seperti roti, pisang bakar, atau camilan tradisional yang membuat suasana makin hangat.
Destinasi Kuliner Murah Meriah di Tengah Kota
Keunikan lain dari Susu Ijan adalah lokasinya yang sangat strategis.
Pengunjung tidak perlu pergi jauh ke Pangalengan atau Lembang untuk merasakan susu segar dari daerah tersebut—cukup datang ke Pungkur, semua rasa bisa dinikmati dalam satu tempat.
Harga yang terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000-an per gelas, membuat kedai tetap diminati.
Legenda yang Tak Pernah Padam
Meski Bandung dipenuhi kedai kekinian, Susu Ijan tetap bertahan dengan kesederhanaannya. Faktor nostalgia, cita rasa autentik, serta kualitas susu murni yang konsisten menjadi alasan kedai ini tetap dicari.
Susu Ijan bukan hanya tempat minum susu, tetapi juga bagian dari sejarah kuliner Bandung.
Banyak pengunjung yang kini datang membawa anak atau cucu mereka, meneruskan tradisi minum susu murni di tempat yang sama.
Jika Anda sedang berada di Bandung dan ingin merasakan kuliner klasik yang tidak lekang oleh waktu, Susu Ijan di Pungkur wajib masuk daftar kunjungan. (*/tie)
# susu ijan pungkur












