BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, salah satu sentra penjualan kue keranjang atau dodol Cina di Jalan Pajagalan, Kota Bandung, Jawa Barat, diserbu pembeli.
Tingginya minat masyarakat terhadap kue khas Imlek ini membuat para perajin meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai satu ton dalam sehari.
Kue keranjang atau yang dikenal sebagai nian gao merupakan kue tradisional yang identik dengan perayaan Imlek. Kue ini biasanya digunakan sebagai sesaji dalam upacara sembahyang leluhur, sekaligus disajikan sebagai hidangan khas atau dibagikan kepada keluarga dan kerabat.
Meningkatnya permintaan pada tahun ini membuat produksi dodol Cina ikut melonjak. Salah satu perajin bahkan mampu memproduksi hingga seribu buah kue keranjang setiap hari. Usaha pembuatan kue keranjang di kawasan tersebut telah berjalan turun-temurun dan masih memiliki pelanggan setia hingga sekarang.
“Permintaan tahun ini meningkat, terutama untuk rasa pandan yang banyak dikirim ke berbagai wilayah di Bandung Raya dan Pulau Jawa,” ujar Vinsent, perajin kue keranjang.
Selain varian original, perajin juga menghadirkan rasa jeruk dan pandan untuk menambah pilihan bagi konsumen. Dari ketiga varian tersebut, rasa pandan menjadi primadona karena dianggap lebih segar dan berbeda dari rasa tradisional.
“Setiap tahun pasti beli untuk Imlek, rasanya enak dan harganya juga terjangkau,” kata Enoy, salah seorang pembeli.
Kue berbahan dasar tepung beras dan gula merah ini memiliki filosofi unik. Teksturnya yang lengket dipercaya melambangkan keharmonisan dan keakraban dalam keluarga. Dengan harga yang relatif terjangkau, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp50 ribu, kue keranjang tetap menjadi salah satu hidangan wajib saat perayaan Imlek. (uby)
# Buka Puasa Bersama Pascasarjana Unpas BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pascasarjana Universitas Pasundan menggelar kegiatan Silaturahmi dan Buka...
© 2018 www.pasjabar.com
© 2018 www.pasjabar.com
