BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Universitas Pasundan (Unpas) kembali menorehkan prestasi melalui mahasiswinya. Nabila Safira Azzahra, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Ekonomi, resmi dinobatkan sebagai Winner Putri Duta Pendidikan Jawa Barat 2026. Penobatan tersebut berlangsung dalam ajang Duta Pendidikan Jawa Barat di Taman Budaya Teater Tertutup Tea House, Kota Bandung, Minggu (15/2/2026).
Perempuan kelahiran 28 Maret 2005 itu dikenal aktif di berbagai organisasi kampus. Di internal, ia tergabung dalam HIMAKSI sebagai Kepala Divisi Keorganisasian dan SDM. Sementara di eksternal, Nabila dipercaya sebagai Ketua Kompartemen Editor bidang Kominfo HIPMI Perguruan Tinggi Unpas, serta terlibat dalam program BEM KM Unpas Desa Binaan di SDN 116 Cicaheum.
Usung Program AGH untuk Pendidikan Adaptif
Perjalanan Nabila di ajang tersebut bermula dari rekomendasi program studinya. Ia mengikuti seluruh tahapan seleksi mulai dari audisi, penetapan finalis, social media challenge, pra karantina, hingga grand final. Ajang ini menjadi pengalaman pageant pertamanya.
“Momen paling berkesan adalah ketika saya berani melangkah keluar dari zona nyaman. Dari sana, saya belajar bahwa kompetisi sejati adalah menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri,” ungkap Nabila, dilansir dari unpas.ac.id.
Mengikuti kompetisi ini membawa perubahan pola pikir baginya, dari sekadar academic mindset menjadi impactful mindset. Ia kini aktif menyuarakan isu literasi digital, pendidikan karakter, dan literasi finansial yang dinilai masih menjadi tantangan di sejumlah daerah Jawa Barat.
Sebagai bentuk komitmen, Nabila mengusung program advokasi Adaptive Generation Hub (AGH). Program ini bertujuan memutus kesenjangan digital dan rendahnya literasi finansial melalui tiga pilar, yakni Integritas Digital, Resiliensi Ekonomi, dan Identitas Budaya dengan nilai Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh.
“Kontribusi terbaik adalah ketika ilmu yang kita miliki tidak berhenti di diri sendiri, tetapi mengalir dan memberdayakan orang lain. Pendidikan adalah maraton panjang,” pesannya.
Bagi Nabila, gelar Winner bukan sekadar mahkota, melainkan tanggung jawab untuk membuka kolaborasi dan mendorong pendidikan Jawa Barat yang inklusif, adaptif, serta berakar pada kearifan lokal. (han)












