WWW.PASJABAR.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi atau KAI Daop 2 Bandung mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April.
Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 441.610 pelanggan berangkat dan 430.569 pelanggan datang melalui seluruh stasiun di wilayah Daop 2 Bandung.
Tingginya angka ini menunjukkan peran strategis wilayah Bandung sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jawa Barat. Dari data yang dihimpun, terdapat tujuh stasiun dengan aktivitas pelayanan penumpang tertinggi, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Untuk keberangkatan, Stasiun Bandung menjadi yang tertinggi dengan 122.972 pelanggan, disusul Stasiun Kiaracondong sebanyak 89.946 pelanggan.
Selanjutnya, Stasiun Tasikmalaya mencatat 36.476 pelanggan, Stasiun Cianjur 32.519 pelanggan, Stasiun Cipatat 25.417 pelanggan, Stasiun Banjar 20.680 pelanggan, serta Stasiun Purwakarta sebanyak 20.090 pelanggan.
Mobilitas Tinggi Selama Angkutan Lebaran
Sementara itu, pada arus kedatangan, Stasiun Bandung juga mencatat angka tertinggi dengan 122.350 pelanggan.
Diikuti Stasiun Kiaracondong sebanyak 75.037 pelanggan, Stasiun Tasikmalaya 38.367 pelanggan, Stasiun Cianjur 34.326 pelanggan. Stasiun Cipatat 26.358 pelanggan, Stasiun Banjar 23.388 pelanggan, dan Stasiun Purwakarta sebanyak 18.999 pelanggan.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa tingginya mobilitas ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mudiknya menggunakan kereta api. Tingginya volume penumpang ini menjadi indikator bahwa layanan KAI semakin menjadi pilihan utama masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif selama masa angkutan Lebaran. Mulai dari penambahan petugas, optimalisasi sarana dan prasarana, hingga peningkatan pengawasan di area operasional.
Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan guna menjaga keamanan dan kelancaran selama arus mudik dan balik.
Dengan berakhirnya masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung memastikan akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada periode berikutnya. (uby)












