• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan
No Result
View All Result
PASJABAR
Minggu, 7 Juni 2026
  • Login
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASKREATIF

Menembus Batas, Menemukan Diri: Kisah Rike dari Bandung ke Amerika

admin
Kamis. 9 April 2026
Menembus Batas, Menemukan Diri: Kisah Rike dari Bandung ke Amerika

Ni Made Rike Widhya Febiola. (Ist)

Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Telegram

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— Di usianya yang masih belia, Ni Made Rike Widhya Febiola atau akrab disapa Made, Rike, dan Febi sudah melangkah jauh melampaui batas geografis dan zona nyaman. Lahir di Bandung, 8 Februari 2007, Rike tumbuh sebagai remaja dengan rasa ingin tahu yang besar. Di sela hobinya bermain badminton dan menulis, ia diam-diam menyiapkan diri untuk sesuatu yang lebih besar: memahami dunia.

Ketertarikannya pada pendidikan internasional bukan sekadar ambisi sesaat. “Saya ingin melihat langsung bagaimana sistem pendidikan di negara maju berjalan, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat internasional,” ujar Rike.

RELATED POSTS

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

Lebih Ringkas dari Laptop: Inilah 5 Tablet yang Sudah Dilengkapi Keyboard Bawaan

Perjalanan menuju Amerika Serikat bukan hal yang instan. Sejak Agustus, ia telah melalui serangkaian seleksi panjang, mulai dari administrasi, esai, hingga wawancara. Ia juga harus bersaing di tingkat chapter Bandung dan nasional di Jakarta.

“Prosesnya panjang dan cukup menantang, tapi justru dari situ saya belajar tentang konsistensi dan percaya diri,” katanya.

Usahanya berbuah manis. Rike diterima sebagai peserta pertukaran pelajar dan ditempatkan di Minnesota, tepatnya di kota Saint Paul, untuk bersekolah di Central High School.

Namun, kehidupan di Amerika tidak langsung terasa nyaman. Perbedaan budaya menjadi tantangan pertama yang harus ia hadapi.

“Yang paling kaget itu makanan dan cuaca. Tidak ada nasi, rasanya juga lebih hambar. Tapi yang paling berat itu musim dingin, suhunya bisa sampai minus 30 derajat,” ungkapnya.

Ia bahkan sempat merasa kewalahan di awal. “Saya pernah menangis karena belum terbiasa dengan suhu sedingin itu. Tapi lama-lama saya belajar beradaptasi dan jadi lebih kuat.”

Di sekolah, Rike menemukan suasana belajar yang berbeda. Hubungan guru dan murid terasa lebih dekat dan santai. Sistem pembelajaran pun lebih fleksibel.

“Dalam sehari hanya sekitar empat mata pelajaran, dan kita bisa pilih sesuai minat. Itu membuat belajar jadi lebih menyenangkan,” jelasnya.

Teknologi juga menjadi bagian penting dalam proses belajar.

“Saya dapat iPad dari sekolah, semua tugas dikumpulkan secara online. Sistemnya transparan, jadi kita tahu nilai dan perkembangan kita dengan jelas,” tambah Rike.

Fasilitas sekolah yang lengkap membuatnya takjub. Namun, yang paling berkesan justru adalah kesetaraan kualitas pendidikan.

“Di sana tidak ada istilah sekolah unggulan. Hampir semua sekolah punya fasilitas dan kualitas yang sama, jadi semua siswa punya kesempatan yang setara.”

Salah satu pengalaman paling membekas adalah saat ia mengikuti kabaret sekolah. Dari proses audisi yang ketat, Rike berhasil lolos sebagai dancer, bahkan dipercaya menjadi dance captain.

“Itu salah satu momen paling berharga. Lingkungannya sangat suportif, teman-teman selalu memberi semangat. Saya jadi lebih percaya diri,” kenangnya.

Di atas panggung, ia merasakan apresiasi yang hangat dari penonton.

“Saat tampil dan melihat penonton tersenyum serta bertepuk tangan, rasanya sangat terharu. Apalagi host family saya juga datang mendukung,” ungkapnya kepada PASJABAR, Rabu (8/4/2026).

Tak hanya soal akademik dan kegiatan sekolah, Rike juga mendapat pelajaran berharga dari interaksi lintas budaya. Ia tinggal bersama siswa pertukaran dari India yang kemudian menjadi sangat dekat dengannya.

“Kami sering berdiskusi bahkan berdebat, tapi dari situ saya belajar bahwa perbedaan itu bukan penghalang. Justru itu yang membuat kita bisa saling memahami,” ujarnya.

Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya tentang dunia.

“Saya jadi lebih sadar bahwa toleransi dan perdamaian itu penting, dan bisa dimulai dari hal kecil seperti saling menghargai.”

Kini, Rike kembali dengan perspektif yang lebih luas. Ia tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga semangat untuk berkontribusi bagi pendidikan di Indonesia.

Bagi generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya, ia punya pesan sederhana.

“Jangan takut keluar dari zona nyaman. Berani mencoba, terus belajar, dan jangan takut gagal. Semua proses itu yang akan membentuk kita,” tandasnya.

Dari Bandung ke Amerika, perjalanan Rike bukan sekadar perpindahan tempat. Ini adalah kisah tentang keberanian, adaptasi, dan mimpi yang diperjuangkan, pelan, tapi pasti. (tiwi)

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.

Tags: pendidikansiswa berprestasi
Share30SendShare

Related Posts

Galaxy S26 Ultra. (samsung.com)

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

admin
Sabtu. 18 April 2026
0

WWW.PASJABAR.COM – Samsung kembali menggebrak pasar ponsel pintar dunia dengan meluncurkan lini flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26 Ultra. Ponsel ini...

Huawei MatePad 11.5.

Lebih Ringkas dari Laptop: Inilah 5 Tablet yang Sudah Dilengkapi Keyboard Bawaan

admin
Jumat. 10 April 2026
0

WWW.PASJABAR.COM - Perangkat tablet kini bukan lagi sekadar alat untuk hiburan. Di kalangan pelajar dan pekerja, tablet semakin diminati karena...

Nokia

Review Nokia Mini 2026 5G: Smartphone Ringkas dengan Baterai Jumbo 6.500 mAh!

admin
Sabtu. 28 Maret 2026
0

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Pasar smartphone kelas menengah di Indonesia kembali memanas. Kali ini, Nokia memberikan kejutan dengan meluncurkan Nokia Mini...

Dari Introvert ke Panggung Publik: Perjalanan Miss Via Menemukan Suara di Dunia Public Speaking

Dari Introvert ke Panggung Publik: Perjalanan Miss Via Menemukan Suara di Dunia Public Speaking

admin
Senin. 9 Maret 2026
0

DEPOK, WWW.PASJABAR.COM-- Bagi sebagian orang, berbicara di depan umum mungkin terasa alami. Namun bagi Tri Novia, yang dikenal dengan nama...

Miss Via Bagikan Tips Meningkatkan Public Speaking dan Kesalahan yang Sering Terjadi

Miss Via Bagikan Tips Meningkatkan Public Speaking dan Kesalahan yang Sering Terjadi

admin
Senin. 9 Maret 2026
0

DEPOK, WWW.PASJABAR.COM-- Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking kerap menjadi tantangan bagi banyak orang. Rasa gugup, kurang percaya...

Next Post
Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual

Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual

Prof. Dr. Neneng Yanti Khozanatu Lahpan, S.Ag., M.Hum, Ph.D.,

Prof. Dr. Neneng Yanti Khozanatu Lahpan: Antropolog yang Menembus Batas Akademik Global

RECOMMENDED

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Knicks Kembali Bungkam Spurs 105-104, Wemby Salah Assist Di Detik-Detik Akhir

Sabtu. 6 Juni 2026
bmkg bediding

BMKG Jelaskan Penyebab Fenomena Bediding yang Bikin Dingin

Sabtu. 6 Juni 2026
  • 640 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • iPhone 18

    Bocoran iPhone 18 Pro Max Usung Baterai Lebih Besar dan Berat

    229 shares
    Share 92 Tweet 57
  • ESDM Siapkan Langkah Efisiensi Energi Hadapi Geopolitik Timur Tengah

    226 shares
    Share 90 Tweet 57
  • Cuaca Bandung Hari Ini Terasa Lebih Panas, Ini Penyebabnya

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Bandung Panas dan Hujan Bergantian, BMKG Ungkap Penyebabnya

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
PASJABAR

© 2026 PASJABAR</a

Navigate Site

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

Ok

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI

© 2026 PASJABAR</a