CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 15 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Kasus Campak Masih Mengintai, Dinkes Bandung Tekankan Pentingnya Imunisasi Lengkap

Tiwi Kasavela
10 April 2026
Kasus Campak Masih Mengintai, Dinkes Bandung Tekankan Pentingnya Imunisasi Lengkap

Ilustrasi (ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

# Pentingnya Imunisasi

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak yang masih berpotensi menyerang berbagai kelompok usia, tidak hanya anak-anak tetapi juga remaja hingga dewasa.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, Sp.DLP., Ph.D., menyampaikan bahwa sebagian besar kasus campak terjadi pada individu yang belum mendapatkan imunisasi.

“Sekitar 70 persen kasus campak terjadi pada mereka yang tidak diimunisasi. Ini menjadi faktor utama meningkatnya kembali kasus campak,” ujarnya dalam siaran langsung TikTok Radio Sonata, Kamis (9/4/2026).

Baca juga:   Hari Disabilitas Internasional, Pemkot Bandung Gelar Jobfair Khusus Disabilitas

Ia menjelaskan, meski campak identik dengan penyakit anak, kasus pada usia dewasa juga bisa terjadi.

Hal ini kerap berkaitan dengan riwayat imunisasi yang tidak lengkap atau tidak tercatat dengan baik, terutama pada generasi sebelumnya.

Menurut Dadan, saat ini pencatatan imunisasi sudah jauh lebih baik melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) maupun sistem digital seperti SatuSehat, sehingga riwayat vaksinasi dapat dilacak lebih akurat.

“Dulu banyak yang tidak tercatat dengan baik, sehingga saat dewasa kita tidak yakin apakah sudah pernah diimunisasi atau belum,” katanya.

Baca juga:   Meriahkan Hari Anak Nasional 2024 : Bio Farma Gelar BioFest “Imunisasi Lengkap Lindungi Generasi Hebat” di 6 Kota

Dadan menekankan bahwa imunisasi campak tidak cukup hanya sekali.

Terdapat tiga tahapan penting yang harus dipenuhi agar perlindungan optimal dapat tercapai, yakni pada usia 9 bulan, dilanjutkan pada 18 bulan, serta penguat (booster) pada usia sekolah sekitar 7 tahun.

Namun, ia mengakui masih banyak orang tua yang menganggap imunisasi selesai pada usia 9 bulan, sehingga tahap lanjutan di usia 18 bulan sering terlewat.

“Padahal, untuk perlindungan menyeluruh, imunisasi di usia 18 bulan itu sangat penting,” ujarnya.

Data Dinkes Kota Bandung menunjukkan cakupan imunisasi campak pada usia 9 bulan sudah cukup tinggi, yakni sekitar 80–85 persen pada 2025, meski masih di bawah target 95 persen. Sementara itu, cakupan imunisasi lanjutan usia 18 bulan justru lebih rendah, yakni sekitar 65 persen.

Baca juga:   PBB Sumbang 5000 Paket Vitamin Untuk Warga Bandung

Adapun cakupan imunisasi pada anak usia sekolah cenderung lebih tinggi karena dilakukan secara kolektif melalui kegiatan di sekolah.

Dadan menegaskan bahwa peningkatan cakupan imunisasi menjadi kunci utama dalam mencegah lonjakan kasus campak di masa mendatang. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.

“Jangan sampai terlewat. Imunisasi lengkap adalah perlindungan terbaik untuk mencegah penularan campak,” pungkasnya. (tiwi)

# Pentingnya Imunisasi

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: campakimunisasi


Related Posts

kasus campak
PASJABAR

Kasus Campak Meningkat, Dinkes Jabar Gelar ORI di Dua Wilayah

10 April 2026
Meriahkan Hari Anak Nasional 2024 : Bio Farma Gelar BioFest “Imunisasi Lengkap Lindungi Generasi Hebat” di 6 Kota
PASKESEHATAN

Meriahkan Hari Anak Nasional 2024 : Bio Farma Gelar BioFest “Imunisasi Lengkap Lindungi Generasi Hebat” di 6 Kota

27 Juli 2024
Campak Bisa Sebabkan Komplikasi Penyakit Berat
PASKESEHATAN

Campak Bisa Sebabkan Komplikasi Penyakit Berat

27 Januari 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

UTBK SNBT 2026
HEADLINE

Pengunduhan Kartu SBMPTN 2026 Ditutup, Terlewat Unduh? Ini Risikonya

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pengunduhan kartu peserta UTBK-SNBT 2026 (yang sebelumnya dikenal sebagai SBMPTN) resmi ditutup. Ribuan peserta...

stres

Dokter Ungkap Tips Efektif Atasi Stres dan Kecemasan

15 April 2026
wisuda unjani

Wisuda Unjani 2026: 1.810 Lulusan, Sistem Hybrid Jadi Andalan

15 April 2026
penataan gedung sate

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

15 April 2026
TJSL

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

15 April 2026

Highlights

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.