# Pentingnya Imunisasi
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak yang masih berpotensi menyerang berbagai kelompok usia, tidak hanya anak-anak tetapi juga remaja hingga dewasa.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, Sp.DLP., Ph.D., menyampaikan bahwa sebagian besar kasus campak terjadi pada individu yang belum mendapatkan imunisasi.
“Sekitar 70 persen kasus campak terjadi pada mereka yang tidak diimunisasi. Ini menjadi faktor utama meningkatnya kembali kasus campak,” ujarnya dalam siaran langsung TikTok Radio Sonata, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, meski campak identik dengan penyakit anak, kasus pada usia dewasa juga bisa terjadi.
Hal ini kerap berkaitan dengan riwayat imunisasi yang tidak lengkap atau tidak tercatat dengan baik, terutama pada generasi sebelumnya.
Menurut Dadan, saat ini pencatatan imunisasi sudah jauh lebih baik melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) maupun sistem digital seperti SatuSehat, sehingga riwayat vaksinasi dapat dilacak lebih akurat.
“Dulu banyak yang tidak tercatat dengan baik, sehingga saat dewasa kita tidak yakin apakah sudah pernah diimunisasi atau belum,” katanya.
Dadan menekankan bahwa imunisasi campak tidak cukup hanya sekali.
Terdapat tiga tahapan penting yang harus dipenuhi agar perlindungan optimal dapat tercapai, yakni pada usia 9 bulan, dilanjutkan pada 18 bulan, serta penguat (booster) pada usia sekolah sekitar 7 tahun.
Namun, ia mengakui masih banyak orang tua yang menganggap imunisasi selesai pada usia 9 bulan, sehingga tahap lanjutan di usia 18 bulan sering terlewat.
“Padahal, untuk perlindungan menyeluruh, imunisasi di usia 18 bulan itu sangat penting,” ujarnya.
Data Dinkes Kota Bandung menunjukkan cakupan imunisasi campak pada usia 9 bulan sudah cukup tinggi, yakni sekitar 80–85 persen pada 2025, meski masih di bawah target 95 persen. Sementara itu, cakupan imunisasi lanjutan usia 18 bulan justru lebih rendah, yakni sekitar 65 persen.
Adapun cakupan imunisasi pada anak usia sekolah cenderung lebih tinggi karena dilakukan secara kolektif melalui kegiatan di sekolah.
Dadan menegaskan bahwa peningkatan cakupan imunisasi menjadi kunci utama dalam mencegah lonjakan kasus campak di masa mendatang. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
“Jangan sampai terlewat. Imunisasi lengkap adalah perlindungan terbaik untuk mencegah penularan campak,” pungkasnya. (tiwi)
# Pentingnya Imunisasi












