BARCELONA, WWW.PASJABAR.COM – Kekalahan 0-2 Barcelona dari Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions menyisakan amarah besar di kubu tuan rumah. Bukan hanya soal hasil, namun keputusan wasit Istvan Kovacs dan tim VAR yang dipimpin Christian Dingert menjadi pusat perdebatan panas.
Insiden paling mencolok terjadi pada menit ke-54, sebuah adegan yang disebut-sebut sebagai “dejavu” skandal penalti Arsenal vs Bayern dua tahun silam.
Kejadian Aneh Marc Pubill: Handball atau Bukan?
Kontroversi bermula saat kiper Atletico, Juan Musso, melakukan tendangan gawang pendek ke arah Marc Pubill.
Namun, Pubill justru menghentikan bola dengan tangannya di garis gawang sebelum menendang ulang bola tersebut.
Pemain Barcelona, termasuk Lamine Yamal yang sudah bersiap menekan, langsung melayangkan protes keras menuntut penalti.
Namun, wasit Kovacs bergeming dan VAR tidak melakukan intervensi. Muncul asumsi bahwa wasit menganggap bola belum meninggalkan area kotak penalti, sehingga aksi tersebut hanya dianggap sebagai “persiapan” tendangan gawang.
Hansi Flick: “Dia Orang Jerman, Ini Gila!”
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tampak meledak-ledak saat diwawancarai oleh DAZN usai laga. Ia tak habis pikir mengapa aksi sejelas itu diabaikan oleh petugas VAR yang notabene berasal dari negaranya sendiri, Jerman.
“Kiper mengoper bola kepadanya, dan dia menyentuhnya dengan tangan. Ayolah, itu sangat jelas! Saya tidak tahu mengapa VAR tidak bertindak,” keluh Flick.
“Dia (Christian Dingert) orang Jerman. Astaga! Ini sungguh tak terbayangkan.”
Barcelona Vs Atletico Madrid Mengingatkan pada Kasus Gabriel Magalhaes
Insiden ini identik dengan apa yang dilakukan bek Arsenal, Gabriel, saat melawan Bayern Munchen pada April 2024.
Kala itu, wasit Glenn Nyberg menolak memberikan penalti kepada Bayern dengan alasan itu adalah “kesalahan anak-anak” (kid’s mistake) yang tidak layak dihukum di perempat final UCL.
Petaka Cubarsi yang Mengubah Laga
Selain isu penalti, kemarahan publik Catalan juga dipicu oleh kartu merah Pau Cubarsi di akhir babak pertama.
Berawal dari kartu kuning karena menjatuhkan Giuliano Simeone, wasit Kovacs mengubah keputusannya menjadi kartu merah setelah meninjau monitor VAR akibat tekanan dari Diego Simeone.
Kekalahan dua gol tanpa balas ditambah absennya Cubarsi di leg kedua membuat langkah Blaugrana untuk lolos ke semifinal kini berada di ujung tanduk.
Perbandingan Insiden Kontroversial Serupa di UCL, Barca Vs Atletico X Arsenal Vs Bayern
| Pertandingan | Pemain | Aksi | Keputusan Wasit |
| Barca vs Atletico (2026) | Marc Pubill | Pegang bola tendangan gawang | No Penalty |
| Arsenal vs Bayern (2024) | Gabriel | Pegang bola tendangan gawang | No Penalty |
| Status Aturan | – | – | Interpretasi “Bola Belum Hidup” |












