CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 15 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Uncategorized

Ekonomi Digital Jadi Sektor Resilient dan Tangguh di Tengah Disrupsi

Tiwi Kasavela
30 September 2021
Ekonomi Digital Jadi Sektor Resilient dan Tangguh di Tengah Disrupsi

Forum Ekonomi Digital II “Financial Technology dan Pinjaman Online” yang dilaksanakan secara hibrida dari Jakarta, Rabu (29/9/2021). (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Ekonomi digital mampu menjadi sektor yang resilient dan tangguh di tengah disrupsi yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

Bahkan, berpotensi menjadi faktor pendorong pertumbuhan main economic driver bagi Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate yang menyatakan sektor financial technology (fintech) akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

“Salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia adalah sektor financial technology atau fintech yang ekspansi jangkauannya semakin luas, semakin tersebar,” ungkapnya dalam acara Forum Ekonomi Digital II “Financial Technology dan Pinjaman Online” yang dilaksanakan secara hibrida dari Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Mengutip Studi Outlook Industri Fintech di Asia Tenggara, Menteri Johnny mengestimasikan masih terdapatnya 50% populasi 6 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam) yang belum memiliki rekening bank (underbanked population).

“Sebesar 24% populasi yang masih belum memiliki akses yang optimal ke layanan perbankan modern sehingga peluang pasar di kawasan masih sangat besar bagi pelaku industri fintech,” ungkapnya dikutip dari kominfo.go.id

Menkominfo menyatakan kondisi itu akan memunculkan tantangan yang semakin besar.  Menurutnya, pelaku fintech di Asia Tenggara juga diprediksi akan mengalami pemulihan ekonomi berupa K-shaped recovery.

“Di mana perusahaan-perusahaan yang dianggap lebih sehat dan lebih berkualitas akan mampu mencapai valuasi yang lebih tinggi dalam menerima pendanaan lanjutan, sementara perusahaan-perusahaan yang dianggap berada pada spektrum yang berlawanan akan sulit menarik investasi untuk mendorong upaya pemulihan,” tuturnya.

Baca juga:   Hampir 50 Persen Pelajar di Bandung Alami Gangguan Mental

Selain itu, Menteri Johnny menyatakan perusahaan yang mampu bertahan dan berkembang pada situasi pandemi Covid-19 saat ini, terindikasi akan dapat pulih dengan prediksi terjadinya gelombang merger dan akuisisi (M&A) hingga tahun 2022 mendatang.

“Bahkan, di perusahaan telekomunikasi pun terjadi merger besar. Saat ini dalam rangka konsolidasi industri telekomunikasi yang menjadi upstream dari seluruh kegiatan kita di sisi ekonomi digital termasuk fintech,” jelasnya.

Menurut Menkominfo, lansekap industri fintech lending di Indonesia juga menunjukkan prospek yang menjanjikan dari segi jangkauan pendanaan maupun besaran pedanaannya.

“Tercatat, layanan fintech lending telah menjangkau 27,2 juta masyarakat di Indonesia pada bulan Agustus 2021 yang lalu. Baru 10% dari populasi, upside-nya atau ruangnya masih sangat besar,” jelasnya.

Dengan jumlah penyaluran pinjaman total mencapai Rp 14,95 triliun, Menteri Johnny menyatakan Indonesia pada tahun 2020 lalu menjadi negara yang berhasil menarik investasi fintech terbesar kedua diantara 6 negara-ASEAN.

“Dengan besaran investasi sebesar USD178,48 juta atau setara dengan 20 persen dari total investasi fintech di kawasan ASEAN,” ungkapnya.

Baca juga:   Reasons to Get Essays Online

Tren positif juga terlihat dengan banyaknya perusahaan fintech Indonesia yang semakin kuat dari segi pendanaan, baik dari tahap pre-series, early stage, hingga late stage.

“Namun demikian, perkembangan industri fintech tidak terlepas dari berbagai ancaman-ancaman online, seperti: manipulasi korban melalui social engineering; peretasan informasi melalui metode sniffing; dan modus money mule, di mana pelaku meminta korban melakukan transaksi ke rekening orang lain,” papar Menkominfo.

Menteri Johnny menegaskan, langkah antisipatif akan ancaman-ancaman itu perlu dilakukan secara sinergis guna menciptakan industri fintech agar mampu tumbuh selaras dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital secara keseluruhan di Indonesia.

“Geliat ekonomi digital tidak hanya bermanfaat secara makro untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, namun juga bermanfaat secara fundamental untuk menjadi enabler bagi perekonomian yang lebih inklusif dan memberdayakan. Oleh karena itu, ekonomi digital menjadi bagian integral dari agenda transformasi digital nasional kita,” tandasnya.

Jadi Sektor Strategis

Menurut Menkominfo, sebagai panduan bagi transformasi digital di Indonesia, Kementerian Kominfo telah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 yang dilaksanakan pada empat sektor strategis.

“Yakni infrastruktur Digital (Digital Infrastructure), Pemerintahan Digital (Digital Government), Ekonomi Digital (Digital Economy), serta Masyarakat Digital (Digital Society),” jelasnya.

Pada keempat sektor strategis itu, Kominfo telah mengidentifikasi 100 Inisiatif Utama untuk dilaksanakan secara kolaboratif bersama seluruh kementerian/lembaga Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat umum di 10 (sepuluh) sektor prioritas.

Baca juga:   Pesan Ridwan Kamil untuk Pemuda: Akselerasi di Era Ekonomi Digital

“Salah satu dari 10 sektor tersebut yakni sektor jasa keuangan digital,” tandasnya.

Kementerian Kominfo mendorong ekosistem digital untuk mendukung tumbuh kembang sektor jasa keuangan yang berkualitas, aman, dan bermanfaat secara optimal, termasuk bagi peningkatan akses menuju inklusi keuangan di masyarakat

“Kominfo juga secara aktif turut memastikan ekosistem dan praktik tata kelola sektor jasa keuangan digital yang aman dan dipercaya oleh masyarakat melalui penyelenggaraan pengawasan dengan sinergi dan kolaborasi bersama kementerian/lembaga terkait,” imbuhnya.

Hadir secara fisik dalam acara antara lain Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan; Plt. Direktur Ekonomi Digital  Ditjen Aptika, I Nyoman Adhiarna; Ketua Umum Asosiasi FinTech (AFTECH) Indonesia, Pandu Satria Sjahrir; Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, Sunu Widyatmoko (mewakili Ketua AFPI); Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga; serta Para CEO atau C-Levels Platform Financial Technology dan Pinjaman Online.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute dan Keuangan Digital Imansyah, hadir secara daring memberikan sambutan. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Ekonomi Digital


Related Posts

Foto: Toko Serba Ada Bertenaga Humanoid Pertama di Dunia - Dioperasikan oleh Galbot G1. (Tangkapan Layar Youtube/Galbot)
HEADLINE

Ancaman Robot Humanoid: Galbot Buka Kios Tanpa Manusia, Bagaimana Nasib Karyawan Minimarket?

28 Maret 2026
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (kanan). (JMSI)
HEADLINE

Revolusi Koperasi Merah Putih: Strategi Baru Ferry Juliantono Sasar Milenial dan Gen Z

24 Januari 2026
9 Juta Talenta Digital Dukung Ekonomi Digital Indonesia
PASNUSANTARA

9 Juta Talenta Digital Dukung Ekonomi Digital Indonesia

12 Agustus 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

wisuda unjani
PASPENDIDIKAN

Wisuda Unjani 2026: 1.810 Lulusan, Sistem Hybrid Jadi Andalan

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) kembali mencetak ribuan sarjana baru dalam prosesi wisuda periode...

penataan gedung sate

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

15 April 2026
TJSL

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

15 April 2026
ITB HMT lagu

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

15 April 2026
rusun ASN

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

15 April 2026

Highlights

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

Kendaraan Listrik Untuk Distribusi MBG Ciptaan SMKN 8 Bandung Siap Diproduksi 

Xiaomi 18 Pro Bocoran Terbaru Ungkap Spesifikasi Kamera dan Baterai

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.