BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar, Nina Susana Dewi mengungkapkan sampai saat ini belum ada kasus hepatitis akut yang terlaporkan di Jabar.
“Sampai saat ini belum ada kasus yang terlaporkan di Jabar,” kata Nina dalam siaran persnya, Rabu (4/5/2022).
Sementara terkait Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022 Tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) tertanggal 27 April 2022.
SE ini dikeluarkan Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Dinkes Jabar telah menyampaikan SE tersebut kepada kepala dinkes kabupaten kota.
“Pihak Dinkes Jabar sudah menyampaikan SE tersebut ke kadinkes kab kota juga ke rumah sakit-rumah sakit se Jabar. Serta komunikasi melalui WAG (WhatsApp Group). Agar dilakukan pemantauan dan kordinasi termasuk dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),” terang Nina.
Untuk diketahui mengutip laman kemkes, tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.
Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit, yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran. (*/ytn)












