CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 15 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Aweuhan Pasundan: Bagian II Sosial Budaya “4 Desember, Hari Dewi Sartika”

Hanna Hanifah
20 Agustus 2024
pasundan

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof. Dr.H.M. Didi Turmudzi M.Si. (Foto : tie/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Oleh: Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si

Paguyuban Pasundan
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kantun jujuluk nu arum. Kari wawangi nu seungit Nyebar mencar sa-Pasundan. Nyambuang sa-Nusantara… (“Dangding Rd Dewi Sartika”, Rd Mahyar Angga Kusumadinata).

Antropolog asal Prancis yang sempat membuat monografi tentang kiprah perjuangan Dewi Sartika, Viviane Sukanda-Tessier pernah berujar bahwa ketokohan Dewi Sartika sebagai pejuang emansipasi perempuan, semestinya mendapat tempat yang lebih layak di negeri ini.

Menurut Viviane, perjuangan Dewi Sartika tidak sekadar menyatakan membenci pergundikan, larangan perempuan untuk memperoleh pendidikan, dan anggapan perempuan hanya barang pemuas. “Tetapi, ia juga bersikap konsisten dengan tidak menjadi istri muda atau selir, serta mendirikan sekolah bagi kaum perempuan dan menjadi guru di sana,” ungkapnya.

Pada beberapa hal, apa yang disampaikan Viviane yang menikah dengan Raden Haris Sukanda Natasasmita itu memang menemukan pembenarannya. Subjektivisme penulisan sejarah (historiografi) bangsa ini, telah membuat posisi Dewi Sartika seolah termarginalkan. Tidak proporsional dibandingkan dengan apa yang telah dilakukannya.

Baca juga:   Aweuhan Pasundan: Bagian I Edukasi “Tantangan Pendidikan Kita”

Salah satu upaya mendorong penghormatan selayaknya bagi sosok Dewi Sartika, Pengurus Besar Paguyuban Pasundan merancang serangkaian acara bertepatan dengan peringatan kelahiran Dewi Sartika, Jumat (4/12/2015) ini. Pada pagi hari ini, sebanyak 4.000 peserta akan hadir pada upacara peringatan kelahiran Dewi Sartika di Jalan Dr Ir Sukarno, Kota Bandung, tepat di samping Gedung Merdeka.

”Menurut rencana, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan menjadi inspektur upacara. Peserta terdiri dari keluarga Dewi Sartika, siswa, guru, dosen, organisasi perempuan, dan unsur lain di lingkungan Paguyuban Pasundan. Kecuali inspektur upacara, semua petugas upacara adalah perempuan,” ungkap Ketua Umum Paguyuban Pasundan M Didi Turmudzi di Bandung, Kamis (3/12/2015).

Baca juga:   Sudah Pulih, M Natshir Tersingkir dari Persib

Pada Jumat (4/12/2015) siang, mulai pukul 13.30, digelar seminar tentang kiprah perjuangan Dewi Sartika di Aula Pascasarjana Universitas Pasundan, Jalan Sumatra, Kota Bandung. “Seminar menghadirkan pembicara, yaitu Ina Primiana (Kiprah Strategis Kemandirian Perempuan Dalam Membangun Kesejahteraan Masyarakat), Nina Herlina Lubis (Langkah-langkah Dewi Sartika dan Pengaruh Dukungan Masyarakat bagi Kemajuan Bangsa), serta Keny Dewi Krisdiani (Nilai Pendidikan Dewi Sartika Sebagai Ruh Kebangkitan Perempuan),” kata Didi. –

Inspirasi

Menurut Didi, apa yang dilakukan Paguyuban Pasundan adalah dorongan kepada pemerintah di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten untuk menggaungkan peringatan kelahiran Dewi Sartika secara berkelanjutan dan konsisten.

Didi menyatakan, selama ini harus diakui peringatan kelahiran Dewi Sartika tak semeriah peringatan RA Kartini. “Tanpa berniat membandingkan antara keduanya, terlebih untuk menilai satu dengan lainnya, harus diakui Dewi Sartika adalah sosok yang membuat terobosan besar dan daya kritis terhadap gejala di hadapannya di tengah keterungkungan,” tuturnya.

Baca juga:   Kemendikbudristek Minta Pendidik dan Tenaga Kependidikan Segera Vaksinasi COVID-19 untuk PTM Penuh

Bahkan, sikap kritisnya melihat kebodohan dan ketidakberdayaan perempuan di masa itu, dengan nalar dan tajam diwujudkannya dalam tindakan konsepsional. ”Sakola Kautamaan Istri adalah bukti konkret pemikiran dan perjuangannya,” kata Didi.

Ia menegaskan apa yang telah dilakukan Dewi Sartika teramat relevan dengan kondisi saat ini. Tantangan yang dihadapi kaum perempuan saat ini sama berat dengan apa yang dihadapi Dewi Sartika.

Dewi Sartika lahir di Bandung 4 Desember 1884 dan wafat di Tasikmalaya, 11 September 1947. Beliau dimakamkan dengan suatu upacara pemakaman sederhana di permakaman Cigagadon, Desa Rahayu, Kecamatan Cineam, Tasikmalaya. Tiga tahun kemudian dimakamkan kembali di Kompleks Permakaman Bupati Bandung di Jalan Karanganyar Kota Bandung. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Milangkala Paguyuban Pasundan Ke-111paguyuban pasundanpasundan


Related Posts

Negeri Segudang Seruan
HEADLINE

Negeri Segudang Seruan

14 April 2026
LPG
HEADLINE

Isu Kelangkaan LPG, Pertamina Pastikan Stok Nasional Tetap Aman

30 Maret 2026
paguyuban pasundan
HEADLINE

Paguyuban Pasundan Gelar Silaturahmi Bada Idul Fitri

30 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

wisuda unjani
PASPENDIDIKAN

Wisuda Unjani 2026: 1.810 Lulusan, Sistem Hybrid Jadi Andalan

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) kembali mencetak ribuan sarjana baru dalam prosesi wisuda periode...

penataan gedung sate

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

15 April 2026
TJSL

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

15 April 2026
ITB HMT lagu

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

15 April 2026
rusun ASN

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

15 April 2026

Highlights

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

Kendaraan Listrik Untuk Distribusi MBG Ciptaan SMKN 8 Bandung Siap Diproduksi 

Xiaomi 18 Pro Bocoran Terbaru Ungkap Spesifikasi Kamera dan Baterai

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.