CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Membangun Peradaban Sunda

Hanna Hanifah
23 Oktober 2024
peradaban sunda

Tradisi Parebut Sééng Bogor. (foto: Wikipedia)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Dosen Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan Dpk FH UNPAS, Firdaus Arifin. (foto: pasjabar)

Oleh: Firdaus Arifin, Dosen YPT Pasundan Dpk. FH UNPAS (Mengenai Peradaban Sunda)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Peradaban Sunda telah hadir selama berabad-abad, berakar pada kearifan lokal yang tumbuh dari lingkungan alam dan budaya yang kaya. Dalam konteks modern saat ini, ada pertanyaan besar yang harus kita jawab bersama: bagaimana kita sebagai masyarakat Sunda dapat membangun peradaban yang relevan dengan dunia yang terus berubah, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur kita?

Sejarah Sunda mengajarkan bahwa kekuatan utama kita terletak pada harmoni antara manusia dan alam, gotong-royong, serta ketulusan dalam menjalani kehidupan. Namun, nilai-nilai ini semakin tergerus oleh arus globalisasi yang kerap kali mengedepankan individualisme dan materialisme. Di sinilah pentingnya membangun kembali peradaban Sunda yang tidak hanya lestari, tapi juga mampu menjawab tantangan zaman.

Kearifan Lokal

Membangun peradaban Sunda harus dimulai dari pelestarian dan pengembangan kearifan lokal. Konsep-konsep seperti silih asah, silih asih, silih asuh bukan hanya sekadar slogan, tapi filosofi kehidupan yang mencerminkan semangat gotong-royong dan solidaritas sosial. Inilah salah satu keunggulan budaya Sunda yang seharusnya menjadi dasar pembangunan masyarakat modern.

Kearifan lokal Sunda juga sangat kaya dengan pandangan ekologis yang menghormati alam. Di tengah ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, nilai-nilai yang menekankan keseimbangan antara manusia dan alam ini menjadi semakin relevan. Melalui konsep leuweung hejo, masyarakat ngejo (hutan yang hijau, masyarakat yang sejahtera), kita bisa menggali kembali potensi alam sebagai bagian integral dari kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.

Baca juga:   FEB UNPAS dan RISTEK BRIN Gelar Workshop Penyusunan Buku Ajar

Namun, tantangannya adalah bagaimana mengaktualisasikan kearifan lokal ini dalam kebijakan publik dan pendidikan. Di sinilah pentingnya peran pemerintah daerah dan lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya Sunda ke dalam program pembangunan berkelanjutan.

Pendidikan Berbasis Budaya

Salah satu langkah paling strategis dalam membangun peradaban Sunda adalah melalui pendidikan berbasis budaya. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai media untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga sebagai alat untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Sayangnya, pendidikan di Indonesia, termasuk di Jawa Barat, sering kali terlalu fokus pada standar global tanpa mengindahkan nilai-nilai lokal.

Kurikulum pendidikan yang berakar pada budaya Sunda dapat menjadi solusi untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berlandaskan nilai-nilai budaya. Dalam hal ini, penting untuk menekankan pendidikan tentang sejarah Sunda, sastra, seni, dan bahasa Sunda di sekolah-sekolah.

Di samping itu, pendidikan berbasis budaya harus mempersiapkan generasi muda Sunda untuk menghadapi era digital dengan tetap menjaga identitas dan jati diri mereka. Teknologi harus dilihat sebagai alat untuk memperkuat budaya, bukan untuk menghilangkannya. Misalnya, pengembangan konten digital berbasis budaya Sunda seperti aplikasi belajar bahasa Sunda, permainan tradisional dalam format digital, atau portal yang mengarsipkan cerita rakyat Sunda.

Seni dan Sastra

Seni dan sastra adalah jiwa dari sebuah peradaban. Dalam sejarah Sunda, karya sastra seperti Wangsakerta dan Pantun Sunda telah memainkan peran penting dalam menyampaikan ajaran moral dan etika kepada masyarakat. Namun, di era sekarang, tantangan yang dihadapi oleh seniman dan sastrawan Sunda adalah bagaimana menjaga relevansi karya mereka di tengah gempuran budaya populer global.

Baca juga:   Hu Hetao: Cuaca Panas GBK Bukan Alasan China Tampil Buruk

Untuk membangun peradaban Sunda yang tangguh, kita harus mendorong lebih banyak karya seni dan sastra yang mencerminkan nilai-nilai budaya Sunda namun dikemas dengan cara yang menarik bagi generasi milenial dan Gen Z. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan lebih banyak festival seni, lokakarya sastra, dan diskusi budaya yang melibatkan seniman dan budayawan Sunda.

Selain itu, kita juga perlu mendukung penerbitan dan distribusi karya-karya sastra Sunda, baik dalam bentuk cetak maupun digital, agar dapat diakses oleh lebih banyak orang. Pengembangan komunitas sastra dan seni yang lebih inklusif juga akan membantu regenerasi sastrawan dan seniman Sunda.

Ekonomi Berbasis Budaya

Salah satu cara membangun peradaban Sunda yang berkelanjutan adalah dengan mengembangkan ekonomi berbasis budaya. Pariwisata budaya, industri kerajinan tangan, serta produk-produk kuliner khas Sunda adalah sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Jika dikelola dengan baik, sektor-sektor ini tidak hanya akan memperkuat identitas budaya Sunda, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pariwisata budaya, misalnya, bisa menjadi salah satu sektor unggulan Jawa Barat. Dengan keindahan alamnya dan kekayaan budayanya, Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata budaya yang menarik. Namun, hal ini hanya bisa tercapai jika kita mampu mengemas budaya Sunda dengan cara yang menarik dan profesional, tanpa mengurangi nilai-nilai otentiknya.

Baca juga:   Chuchum Sumiarty Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Unpas dengan Disertasi Keselamatan Pasien

Dalam hal kerajinan tangan, kita perlu mendorong inovasi tanpa meninggalkan tradisi. Banyak kerajinan tangan Sunda, seperti anyaman bambu dan tenun, yang memiliki nilai estetika dan historis tinggi. Dengan memadukan teknik tradisional dengan desain modern, kerajinan tangan ini dapat memiliki daya tarik di pasar global.

Menghadapi Modernitas

Tantangan terbesar dalam membangun peradaban Sunda adalah bagaimana menghadapi modernitas tanpa kehilangan identitas budaya. Kita harus siap menerima perubahan, namun pada saat yang sama harus mampu menyaring pengaruh luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya kita.

Modernisasi sering kali diidentikkan dengan westernisasi, namun ini tidak selalu harus terjadi. Kita dapat mengambil teknologi dan pengetahuan dari dunia luar, tetapi harus selalu mengolahnya sesuai dengan nilai-nilai dan karakter budaya Sunda. Dalam konteks ini, peran lembaga budaya dan tokoh-tokoh masyarakat sangat penting untuk memberikan arah yang jelas dalam menghadapi modernitas.

Sebagai penutup, membangun peradaban Sunda bukan hanya tentang melestarikan budaya masa lalu, tetapi juga tentang menciptakan budaya baru yang relevan dengan masa kini dan masa depan. Peradaban yang kuat adalah peradaban yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan akar budayanya. Inilah tantangan besar yang harus kita jawab bersama sebagai masyarakat Sunda di era global ini. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: peradaban sundaunpas


Related Posts

Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

14 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Didi Tasidi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Penipuan Investasi

14 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Anthon Fathanudien Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Hak Cipta Batik

14 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

UTBK SNBT 2026
HEADLINE

Pengunduhan Kartu SBMPTN 2026 Ditutup, Terlewat Unduh? Ini Risikonya

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pengunduhan kartu peserta UTBK-SNBT 2026 (yang sebelumnya dikenal sebagai SBMPTN) resmi ditutup. Ribuan peserta...

stres

Dokter Ungkap Tips Efektif Atasi Stres dan Kecemasan

15 April 2026
wisuda unjani

Wisuda Unjani 2026: 1.810 Lulusan, Sistem Hybrid Jadi Andalan

15 April 2026
penataan gedung sate

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

15 April 2026
TJSL

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

15 April 2026

Highlights

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.