CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 15 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home CAHAYA PASUNDAN

Islam dan Masalah Kenegaraan

Hanna Hanifah
29 November 2024
masalah kenegaraan

ilustrasi. (foto: freepik)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si (foto: pasjabar)

Oleh: Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si (Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan) – Masalah Kenegaraan dalam Buku Wawasan Islam

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Di kalangan umat Islam (cendekiawan), terjadi perbedaan paham mengenai konsep Islam dalam hubungannya dengan masalah kenegaraan.

  1. Integralistik, faham ini beranggapan bahwa ajaran Islam bersifat universal; mencakup seluruh aspek kehidupan manusia termasuk masalah kenegaraan dan ketatanegaraan. Faham ini melahirkan atau menghendaki pemerintahan yang Islami atau negara yang berdasarkan syariat Islam.
  2. Sekularistik, faham ini beranggapan bahwa Islam sebagai agama harus dipisahkan dari persoalan-persoalan keduniaan, termasuk masalah kenegaraan, atau istilah Nurcholish Madjid, yaitu memisahkan hal-hal yang bersifat profan dengan yang nonprofan.
  3. Substantifisik, faham ini seolah-olah menafikan bentuk-bentuk lahiriah (formalistik) tanpa menghilangkan nilai-nilai atau pesan-pesan Islam yang terdapat di dalamnya. Faham ini tidak banyak mempersoalkan bentuk suatu negara selama di dalamnya mengandung nilai-nilai keislaman.

Konsep Negara

Terlepas dari ketiga faham tersebut, dalam pembahasan ini penulis beranjak dari konsep kebutuhan manusia akan negara yang didasarkan pada dalil aqli (akal/rasional) dan dalil naqli (Al-Ouran dan As-Sunnah). Argumen rasionalnya terletak pada kebutuhan universal semua manusia untuk bergabung, bekerja sama, dan menikmati berbagai manfaat kepemimpinan tanpa memedulikan apakah mereka menganut suatu agama atau tidak. Argumen rasional itu juga diperkuat dengan argumen naqli dari hadis Rasul, di antaranya: Hadis pertama, “Bila ada tiga orang melakukan perjalanan, salah seorang di antara mereka selayaknya menjadi pemimpin.” Hadis kedua. “Enam puluh tahun berada di bawah firani lebih baik daripada satu malam tanpa pemerintahan.” Hadis ketiga: “Sungguh Allah pasti suka jika tiga hal ini dapat terwujud, kamu menyembah kepada Allah dan tidak pernah menyekutukan-Nya. kamu mengikatkan diri erat-erat kepada Allah, dan kamu memberikan saran atau nasihat kepada siapa pun yang ditunjuk Allah untuk memimpinmu.” (Hadis-hadis tersebut diriwayatkan olch Abu Hurairah).

Baca juga:   Optimisme Bek Persib Frans Putros Melawan Kemustahilan di GBLA

Ketiga hadis tersebut menekankan perlunya pemimpin, nasihat bagi para pemumpin politik, dan kepatuhan pada aturan-aturannya sebagai kewajiban agama. Di samping itu, praktik pengukuhan sebuah pemerintahan harus dianggap sebagai tugas agama yang harus dipatuhi oleh setiap umat Islam, di samping sebagai sarana agar manusia lebih banvak mendekatkan diri kepada Allah SWT. F irman-Nya:

Baca juga:   Pendaftaran SMUP Sarjana dan Sarjana Terapan Unpad Masih Dibuka, Catat Ketentuannya

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang yang berkuasa di antara kamu, maka sekiranya di antara kaum berbantaban dalam suatu perkara hendaklah kamu kembalikan kepada Alkab dan RasulNya.” (O.S An-Nisa [4] : 59)

Negara dalam Al-Quran

Istilah negara (daulah) tidak disebutkan secara eksphsit dalam AlOuran dan As-Sunnah. Tetapi unsur-unsur esensial yang meryadi dasar negara dapat ditemukan dalam Al-Ouran. Misalnya tentang seperangkat fungsi atau prinsip yang dapat diterjemahkan dengan adanya tata tertib sosio-politik atau segenap perlengkapan bagi tegaknya sebuah negara. Termasuk di dalamnya adalah keadilan, persaudaraan, ketahanan, kehakiman, dan kepatuhan. Dalam Al-Ourun juga dapat ditemukan yang bersifat umum atau hukum-hukum yang secara langsung menyinggung masalah pembagian harta rampasan perang (ghanimah) atau upaya untuk menciptakan perdamaian.

Baca juga:   Bentrok Ratusan Mahasiswa dengan Polisi Saat Aksi Sengketa Tanah STKIP Pasundan

Subjek-subjek yang beragam, hukum maupun petunjuk-petunjuk ditujukan bagi umat Islam, yang disyaratkan Al-Ouran sebagai kesatuan umat yang paripurna. Dengan kata lain, umat Islam berbeda dengan masyarakat lain karena kebajikan dan kebijakan yang mereka miliki. Ringkasnya, umat Islam adalah suatu masyarakat politik yang sanggup mencukupi diri sendiri.

Lebih dari itu, berbagai tugas keagamaan penting yang ditentukan dalam Al-Ouran dan As-Sunnah. Seperti mengumpulkan zakat, menghukum pelaku tindakan kriminal, dan organisasi-organisasi jihad tidak dapat terlaksana dengan sempurna. Tanpa intervensi penguasa politik yang resmi. Aspek fungsional negara inilah yang sering ditekankan oleh para ilmuwan atau pengkaji Islam dalam berbagai pandangannya tentang negara.

Dengan demikian, penegakan negara merupakan tugas suci yang dituntut oleh agama dan secara vertikal. Merupakan salah satu perangkat bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah. Negara dan agama (Islam) saling berkelindan. Tanpa disiplin agama (wahu), negara pasti menjadi organisasi yang tirani. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: masalah kenegaraanunpaswawasan islam


Related Posts

Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

14 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Didi Tasidi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Penipuan Investasi

14 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Anthon Fathanudien Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Hak Cipta Batik

14 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

UTBK SNBT 2026
HEADLINE

Pengunduhan Kartu SBMPTN 2026 Ditutup, Terlewat Unduh? Ini Risikonya

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pengunduhan kartu peserta UTBK-SNBT 2026 (yang sebelumnya dikenal sebagai SBMPTN) resmi ditutup. Ribuan peserta...

stres

Dokter Ungkap Tips Efektif Atasi Stres dan Kecemasan

15 April 2026
wisuda unjani

Wisuda Unjani 2026: 1.810 Lulusan, Sistem Hybrid Jadi Andalan

15 April 2026
penataan gedung sate

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

15 April 2026
TJSL

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

15 April 2026

Highlights

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.