BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sebuah pesawat kargo milik Kenya jatuh di barat daya Mogadishu, Somalia, pada Sabtu (22/3/2025), menewaskan lima orang di dalamnya.
Dilansir dari laman media internasional, otoritas Penerbangan Sipil Somalia (SCAA) mengonfirmasi bahwa insiden ini terjadi sekitar 24 kilometer dari ibu kota Mogadishu.
Pesawat yang mengalami kecelakaan adalah DHC-5D Buffalo yang dioperasikan oleh Trident Aviation.
Pesawat tersebut kehilangan kontak dengan menara pengawas sebelum jatuh pada pukul 14.43 UTC.
Saat kecelakaan terjadi, pesawat sedang dalam perjalanan dari Dhobley, wilayah Lower Jubba. Menuju Bandara Internasional Aden Adde di Mogadishu.
“Otoritas Penerbangan Sipil Somalia mengonfirmasi kecelakaan tragis pesawat yang terjadi 24 km di barat daya Mogadishu. Pesawat DHC-5D Buffalo (5Y-RBA) yang dioperasikan oleh Trident Aviation Ltd jatuh. Saat dalam perjalanan dari Dhobley ke Bandara Internasional Aden Adde. Semua lima orang di dalam pesawat tewas,” demikian pernyataan resmi SCAA.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi, laporan awal menyebutkan. Bahwa empat dari lima korban merupakan warga negara Kenya.
Pesawat jenis DHC-5D Buffalo dirancang untuk operasi lepas landas dan pendaratan jarak pendek.
Sehingga sering digunakan untuk mengangkut kargo ke daerah terpencil dengan kondisi medan yang sulit.
Seperti Dhobley yang menjadi bagian dari misi penjaga perdamaian Uni Afrika.
Kecelakaan Penerbangan di Somalia
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden penerbangan di Somalia. Sebelumnya, sebuah pesawat kargo Kenya. Yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Program Pangan Dunia (WFP) jatuh pada awal tahun ini. Menewaskan dua orang.
Pada Juli lalu, pesawat Halla Airlines juga mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Aden Adde. Akibat angin kencang, menyebabkan dua penumpangnya terluka.
Kenya memiliki sejarah kecelakaan penerbangan yang cukup Panjang. Terutama karena sering mengoperasikan penerbangan ke wilayah-wilayah dengan kondisi geografis dan infrastruktur yang menantang, seperti Somalia.
Pihak berwenang dari Kenya dan Somalia telah meluncurkan investigasi. Untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan terbaru ini. Sementara tim penyelamat telah tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban dan mengumpulkan bukti. (han)












