BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) kembali meluluskan doktor baru dalam bidang Ilmu Sosial, Iskandar Ahmaddien resmi meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor yang digelar pada Rabu (30/4/2025).
Sidang tersebut digelar di ruang Sidang lantai 6 Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera No. 41, Kota Bandung.
Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Bambang Heru P, M.S. yang sekaligus bertindak sebagai promotor, didampingi oleh co-promotor Prof. Dr. H. Yaya Mulyana A. A, M.Si.
Bertindak sebagai penguji atau oponen ahli yakni Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., Prof. Dr. H. Soleh Suryadi, M.Si., Prof. Dr. H. Kamal Alamsyah, M.Si., dan Prof. Dr. H. Thomas Bustomi, M.Si.

Dalam disertasinya berjudul Model System Dynamics Kinerja Organisasi dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik BPS Se-Bandung Raya, Iskandar mengungkap berbagai permasalahan kinerja Badan Pusat Statistik (BPS) se-Bandung Raya yang berdampak pada belum optimalnya kualitas pelayanan publik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, SEM (Structural Equation Modeling), dan system dynamics untuk menyusun simulasi model kinerja organisasi yang efektif.
Penelitian menemukan bahwa faktor proses dan kapabilitas memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan.

Selain itu, hambatan seperti kepemimpinan transformasional, pelatihan SDM, teknologi informasi, dan integritas data juga diidentifikasi sebagai aspek krusial.
Dari lima skenario yang disimulasikan, skenario integritas data dinilai paling efektif, dengan proyeksi peningkatan kinerja organisasi hingga 76,01% dan kualitas pelayanan publik hingga 70,82%.
Iskandar lulus dengan IPK 3,66 dan memperoleh yudisium Sangat Memuaskan. Ia menjadi doktor ke-285 yang diluluskan Pascasarjana Unpas.
Hasil dan Harapan
Dalam wawancara usai sidang, Iskandar menyampaikan bahwa penelitiannya bertujuan mendorong BPS se-Bandung Raya menjadi organisasi kelas dunia yang memberikan pelayanan bermakna bagi masyarakat.

“Penelitian saya memodelkan kinerja organisasi dengan system dynamics agar pelayanan publik BPS bisa lebih optimal. Harapan saya, ke depan karier saya sebagai birokrat dan akademisi bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat, keluarga, dan dunia akademik,” tuturnya.
Ia juga berharap Unpas ke depannya dapat membuka program doktor double degree dengan universitas luar negeri. “Jadi kami bisa mendapatkan gelar doktor dari Unpas dan luar negeri sekaligus. Semoga dua atau tiga tahun mendatang Unpas bisa mewujudkannya,” ujar Iskandar. (han)












