CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Reenactor Malang Menyulam Masa Lalu dalam Aksi Nyata

Tiwi Kasavela
18 Mei 2025
Reenactor Malang Menyulam Masa Lalu dalam Aksi Nyata

Reenactor Malang Menyulam Masa Lalu dalam Aksi Nyata. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

# Reenactor Malang

MALANG, WWW.PASJABAR.COM — Suasana masa lalu tak pernah benar-benar hilang di Kota Malang. Di antara derap pembangunan dan hiruk-pikuk modernitas, ada sekelompok orang yang menjaga nyala sejarah tetap hidup.

Mereka adalah Komunitas Reenactor Malang, sebuah komunitas yang sejak 20 Mei 2006 setia menghidupkan kembali peristiwa-peristiwa perjuangan bangsa melalui aksi teatrikal dan visual yang memukau.

Bukan sekadar mengenakan seragam zaman kolonial atau memeragakan adegan pertempuran, mereka membawa pesan yang jauh lebih dalam: bahwa sejarah bukan sekadar cerita, tapi warisan yang perlu dijaga dan dimaknai ulang bersama.

Baca juga:   Final Kejurda Antar Klub Bola Voli U-17 se-Jabar Digelar Hari Ini

“Kita ini bukan komunitas yang hanya berkostum, tapi belajar dari nilai-nilai sejarah dan membawa semangat itu ke kehidupan sekarang. Kami ingin generasi muda tahu bahwa perjuangan itu nyata, dan kita bisa belajar banyak dari masa lalu,” ujar Mohammad Fariz, Sekretaris Komunitas Reenactor Malang.

Selama hampir dua dekade, Reenactor Malang konsisten hadir dalam berbagai momen penting di kota ini. Mereka terlibat dalam peringatan peristiwa hingga merekonstruksi suasana kampung era kemerdekaan.

“Anggota aktif di museum itu sekitar 15 sampai 20 orang, tapi saat event besar kami bisa kumpulkan hingga 50 anggota. Semua gotong royong sesuai kebutuhan peristiwa yang direka ulang,” jelas Fariz.

Baca juga:   Persib Layak Menang, Gol Cepat Sesuai Strategi

Anggota komunitas berasal dari beragam usia dan latar belakang

Ada yang masih SMP, SMA, mahasiswa, hingga orang dewasa yang sudah bekerja. Namun satu hal yang menyatukan mereka adalah semangat belajar, kolaborasi, dan cinta terhadap sejarah bangsanya.

“Kita belajar dari sejarah supaya kejadian buruk tidak terulang. Tapi juga mengambil hal baik dari masa lalu untuk kehidupan yang lebih baik sekarang dan ke depan. Jangan sampai masuk lubang yang sama dua kali,” tambah Fariz.

Ia menyebut bahwa salah satu kunci komunitas ini tetap bertahan selama 19 tahun adalah nilai-nilai yang dihidupi bersama. Musyawarah, rasa hormat, dan solidaritas dijadikan landasan dalam setiap langkah.

Baca juga:   Kenaikan Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah Naik 26,93 Persen

“Kita biasakan berdiskusi kalau ada masalah. Kalau sudah satu suara, ya kita jalani bareng-bareng. Itu yang bikin komunitas ini bisa tetap ada sampai sekarang,” tuturnya.

Reenactor Malang bukan hanya komunitas. Ia adalah ruang belajar lintas generasi, tempat di mana masa lalu dibawa pulang, dikenang, dan dijadikan pelajaran. Di tangan mereka, sejarah bukan lagi kisah yang diam — tapi hidup, mengalir, dan terus menyala. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: Reenactor MalangSejarah


Related Posts

Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa
PASNUSANTARA

Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa

13 April 2026
Peta Politik Sunda
PASBUDAYA

Menelusur Gurat Holle: Saat Aksara Latin Mengubah Peta Politik Sunda

10 April 2026
Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual
PASNUSANTARA

Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual

9 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Permendiktisaintek
HEADLINE

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026

# Permendiktisaintek JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM -- Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) beberapa waktu lalu antara Panitia Kerja (Panja)...

unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026
PSEL

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

19 April 2026

Highlights

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

Dedi Mulyadi Rencanakan Underpass sebagai Solusi Macet Pasteur

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.