CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Tuti Raih Doktor Ilmu Sosial Unpas, Kaji Pengembangan BLK-K

Hanna Hanifah
22 Mei 2025
unpas

Tuti Haryanti resmi meraih gelar Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Unpas setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor, Kamis (22/5/2025). (foto: han/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) kembali melahirkan doktor baru.

Tuti Haryanti resmi meraih gelar Doktor Ilmu Sosial dalam Sidang Promosi Doktor yang digelar pada Kamis (22/5/2025) di ruang sidang lantai 6 Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera No. 41, Kota Bandung.

Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Bambang Heru P, M.S. selaku Ketua Sidang. Tuti dibimbing oleh tim promotor yang terdiri dari Prof. Dr. H. Thomas Bustomi, M.Si., serta co-promotor Prof. Dr. Lia Muliawaty, M.Si.

unpas

Bertindak sebagai penguji eksternal adalah Prof. Dr. H. Kamal Alamsyah, M.Si., dan Prof. Dr. H. Soleh Suryadi, M.Si.

Tujuan dan Hasil

Disertasinya berjudul “Strategi Pengembangan Kapasitas Organisasi Balai Latihan Kerja Komunitas Kementerian Ketenagakerjaan (Studi Kasus di Balai Latihan Kerja Komunitas Inkubator di Kabupaten Garut)”.

Tuti menyoroti permasalahan pengelolaan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLK-K) di Kabupaten Garut. Sebagai bagian dari program strategis pemerintah dalam meningkatkan keterampilan masyarakat.

Baca juga:   Promosi Doktor Ilmu Sosial Eka Surya Lesmana Analisis Model Collaborative Governance Pembangunan Sektor Pariwisata di Banten Selatan

Penelitian tersebut mengungkap adanya hambatan pada tiga level, yakni sistem kebijakan, kelembagaan, dan individu.

Di level sistem, belum terintegrasinya program BLK-K inkubator wirausaha dengan kebijakan pemerintah menjadi tantangan utama.

Di tingkat kelembagaan, disharmonisasi antara pemilik yayasan/pondok pesantren dan tujuan pendirian BLK-K masih terjadi.

Sementara di level individu, keterbatasan jumlah dan kualitas SDM turut menghambat efektivitas program.

Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus.

Hasilnya menunjukkan bahwa strategi pengembangan kapasitas BLK-K mencakup penyusunan prosedur kerja yang jelas. Penataan struktur organisasi, peningkatan kualitas individu melalui pelatihan. Serta penguatan kemitraan dengan sektor industri dan pemerintah daerah.

Baca juga:   Oknum Rusak Fasilitas GBLA, Gubernur Jabar Ancam Tindak Tegas

Selain itu, pengembangan kurikulum yang relevan, program pelatihan terintegrasi dan aplikatif. Serta pelatihan berbasis proyek dan soft skills menjadi bagian dari strategi peningkatan daya saing lulusan BLK-K.

Namun, tantangan masih ada, antara lain pemahaman terbatas terhadap standar operasional, perubahan regulasi. Keterbatasan fasilitas, rendahnya motivasi peserta, dan keragaman latar belakang pendidikan.

Harapan

Saat ditemui usai sidang, Tuti menjelaskan bahwa penelitiannya menggunakan teori Grindle yang mencakup tiga intervensi: sistem, kelembagaan, dan individu.

Ia berharap penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi kebijakan di bidang ketenagakerjaan. Terutama dalam menyinergikan kebijakan pusat dan daerah.

“Harapan saya, penelitian ini bisa dilanjutkan oleh peneliti berikutnya dengan lebih mendalami teori Grindle. Khususnya kaitannya dengan kondisi eksternal. Kepada pemangku kebijakan, saya harap kebijakan terkait bisa lebih bersinergi dengan pemerintah daerah. Kepada BLK Komunitas, saya harap terus bersemangat untuk melakukan pengembangan dan adaptasi terhadap teknologi,” tuturnya.

Baca juga:   FOTO : Kebakaran d Pemukiman Padat Hanguskan 10 Rumah

Tuti juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Unpas yang telah membimbingnya selama proses studi.

“Saya tidak salah pilih masuk Unpas. Para promotor dan dosen membimbing sesuai potensi saya. Pendekatan keagamaan Islam juga sangat membantu saya lebih tenang dalam menghadapi situasi sulit. Terutama saat menyusun disertasi,” ujar Tuti.

Tuti lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,67 predikat sangat memuaskan dan menjadi doktor ke-290 yang dihasilkan Pascasarjana Ilmu Sosial Unpas. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana UnpasPascasarjana Universitas Pasundanpascasarjana unpassidang Promosi Doktorunpas


Related Posts

Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Melda Yunita Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas, Teliti IKM Produk Makanan di Prov Bengkulu

16 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

14 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Didi Tasidi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Penipuan Investasi

14 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

instagram/@zonanaetral5
HEADLINE

Hasil Piala AFF U-17 2026: Indonesia Takluk 0-1 dari Malaysia, Langkah ke Semifinal Terancam!

16 April 2026

GRESIK, WWW.PASJABAR.COM – Sebagai tuan rumah ajang ASEAN U-17 Boys' Championship 2026, Timnas Indonesia harus menelan pil...

pasundan law fair 2026

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
harga plastik

Kenaikan Harga Plastik Picu Penurunan Sampah di Kota Cimahi

16 April 2026
Agus Sutisna

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

16 April 2026
remaja hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

16 April 2026

Highlights

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.